Ridwan Nurkarim
Universita Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI TRADISI SOROGAN DALAM PEMBELAJARAN IPS PADA MATERI INTERAKSI SOSIAL DAN LEMBAGA SOSIAL BERBASIS ETNOPEDAGOGIK UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SOSIAL SISWA DI SMPIT BANTEN ISLAMIC SCHOOL Ridwan Nurkarim
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.541

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi tradisi sorogan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada materi interaksi sosial dan lembaga sosial berbasis etnopedagogik untuk menguatkan literasi sosial siswa kelas VII di SMPIT Banten Islamic School. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru IPS dan siswa kelas VII yang terlibat langsung dalam pembelajaran berbasis sorogan. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi sorogan dapat diadaptasi sebagai praktik etnopedagogik dalam pembelajaran IPS melalui lima tahap, yaitu pengantar materi, belajar mandiri atau kelompok kecil, penyampaian pemahaman siswa kepada guru, koreksi dan penguatan langsung, serta refleksi sosial. Implementasi sorogan menghadirkan pembelajaran yang lebih dialogis, personal, korektif, dan kontekstual. Nilai etnopedagogik yang muncul meliputi adab belajar, tanggung jawab, kemandirian, keberanian berkomunikasi, kedekatan guru-siswa, serta penghargaan terhadap proses koreksi. Pembelajaran berbasis sorogan juga berkontribusi terhadap penguatan literasi sosial siswa, terutama dalam aspek pemahaman konsep sosial, sikap sosial, keterampilan komunikasi, kerja sama, dan refleksi terhadap kehidupan sosial. Dengan demikian, tradisi sorogan relevan dikembangkan sebagai alternatif strategi pembelajaran IPS berbasis budaya pesantren yang humanis, kontekstual, dan sesuai dengan karakter sekolah Islam terpadu. Kata Kunci: sorogan; etnopedagogik; pembelajaran IPS; interaksi sosial; lembaga sosial; literasi sosial.