Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Megengan serta menganalisis bentuk integrasinya dalam pembelajaran sekolah dasar sebagai upaya pembentukan karakter dan pelestarian budaya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus, yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Sugihwaras, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan pada periode Februari–Maret 2026. Data dikumpulkan dari 15 informan (kepala sekolah, guru, peserta didik, tokoh masyarakat, dan orang tua) melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi kegiatan tradisi Megengan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Megengan mengandung berbagai nilai kearifan lokal, yaitu nilai religius, gotong royong, kepedulian sosial, kebersamaan, dan pelestarian budaya. Nilai-nilai tersebut diintegrasikan dalam pembelajaran melalui pembelajaran kontekstual berbasis budaya, kegiatan kokurikuler berbasis budaya lokal, serta kegiatan pembiasaan karakter di sekolah. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa integrasi nilai Megengan dipersepsikan oleh informan berkontribusi terhadap penguatan karakter religius, kemampuan bekerja sama, kepedulian sosial, serta kesadaran peserta didik akan pentingnya melestarikan budaya lokal, meskipun penelitian ini tidak mengukur perubahan tersebut secara terukur. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi Megengan berpotensi sebagai sumber belajar berbasis kearifan lokal yang relevan untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka sekaligus menjaga keberlanjutan budaya daerah di lingkungan sekolah dasar.