Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KHOTMIL QUR'AN SEBAGAI RUANG EDUKASI SPIRITUAL DAN INTERNALISASI NILAI KEAGAMAAN MASYARAKAT DI DESA KLOMPANG BARAT KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN Mohammad Ruslan; Moh. Samsul Ma’arif
Ngejha Vol. 5 No. 2 (2026): Ngejha
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/nja.v5i2.2048

Abstract

Perguruan Tinggi yang memiliki peran strategis dalam menjembatani dunia akademik dengan realitas kehidupan sosial. Kegiatan ini bertujuan memberikan kontribusi nyata melalui penerapan ilmu pengetahuan secara praktis, khususnya dalam meningkatkan pemahaman keagamaan yang kontekstual dan membumi. Salah satu bentuk pengabdian tersebut diwujudkan melalui pelestarian dan tradisi Khotmil Qur’an di tengah masyarakat. Tradisi ini tidak hanya merupakan seremoni keagamaan, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai edukatif, spiritual, dan kultural yang mampu membentuk karakter religius secara menyeluruh. Melalui pendekatan partisipatif, program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat—termasuk tokoh agama, pemuda, serta anggota majelis taklim—untuk bersama-sama membangun lingkungan keagamaan yang inklusif dan transformatif. Fokus kegiatan diarahkan pada integrasi antara pembacaan Al-Qur’an secara rutin dengan pemaknaan kontekstual terhadap isinya. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa tradisi Khotmil Qur’an mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya nilai-nilai Al-Qur’an dalam memperkuat etika sosial, solidaritas komunitas, serta ikatan spiritual antara manusia dan Tuhannya. Temuan ini mengindikasikan bahwa Khotmil Qur’an dapat menjadi media efektif untuk menanamkan ajaran Islam secara kontekstual dan relevan dengan kehidupan modern. Oleh karena itu, pelestariannya layak untuk terus didorong sebagai bagian dari strategi dakwah budaya yang selaras dengan semangat Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.
Praktik Khataman Digital Bagi Keluarga Bani Kh. Abdul Qodir Via Whatsapp Di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Karang Anom, Lesong Daya, Batumarmar, Pamekasan Moh. Samsul Ma’arif; Fadhoilul Khoir; Muhammad Fawaid Jufri; Ahid Dhiyaul Hikam; Ahmad Zaini
Shād : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 4 No 1 (2026): Shād : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Juni 2026
Publisher : STAI KH. MUHAMMAD ALI SHODIQ TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66187/shd.v4i1.401

Abstract

This study examines the practice of digital Qur’anic khataman conducted by the family of Bani KH. Abdul Qodir through a WhatsApp group at Pondok Pesantren Mambaul Ulum Karang Anom, Lesong Daya, Batumarmar, Pamekasan. The research aims to describe the implementation process of digital khataman and analyze its spiritual and social significance. This study employs a qualitative field research method with a descriptive approach within the framework of Living Qur’an studies. Data were collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings reveal that digital khataman is implemented through the distribution of juz among participants, individual Qur’anic recitation, reporting of completed recitations via WhatsApp, and the recitation of khatmil Qur’an prayers after all portions have been completed. Despite several obstacles, such as delayed completion of recitations, the activity continues through a system of reminders and coordination by group administrators. The practice is understood as a means of preserving family religious traditions and strengthening attachment to the Qur’an. Spiritually, it encourages regular recitation, increases religious awareness, and fosters inner peace. Socially, it strengthens family solidarity, maintains kinship ties, and reinforces collective identity. Therefore, digital khataman represents a contemporary form of Living Qur’an that demonstrates the adaptation of Islamic religious traditions to digital technology. Keywords: Living Qur’an; Digital Khataman; WhatsApp; Family Tradition; Religious Practice.