Aisyah Nur Sayidatun Nisa
Prodi Pendidikan IPS Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN PEMBELAJARAN IPS BERBASIS INKLUSI DALAM UPAYA MEMINIMALISASI STEREOTIP GENDER Aisyah Nur Sayidatun Nisa; Inayah .; Yunike Sulistiyosari; Puji Lestari
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v11i1.49955

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir, sikap, dan nilai sosial peserta didik, termasuk dalam memahami isu gender. Namun, dalam praktiknya, stereotip gender masih sering muncul di lingkungan sekolah, baik melalui interaksi pembelajaran, materi ajar, maupun pembagian peran di kelas. Kondisi ini berpotensi membatasi perkembangan akademik dan sosial peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu menanamkan nilai kesetaraan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial berbasis inklusi dalam meminimalisasi stereotip gender di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literatur review melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah seperti buku dan jurnal yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi, deskripsi, dan sintesis sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stereotip gender masih menjadi bagian dari praktik pendidikan yang tidak disadari. Pembelajaran IPS berbasis inklusi memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran kesetaraan gender melalui pendekatan kontekstual, diskusi, serta analisis fenomena sosial. Melalui pembelajaran, peserta didik dapat memahami bahwa peran gender bersifat fleksibel dan merupakan konstruksi sosial. Pembelajaran IPS berbasis inklusi dapat menjadi Solusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih adil, setara, dan responsif terhadap keberagaman peserta didik serta mendukung terbentuknya sikap sosial yang menghargai kesetaraan gender.