Cekaman kekeringan merupakan salah satu faktor pembatas utama produktivitas padi, terutama pada lahan dengan ketersediaan air terbatas. Induksi mutasi menggunakan iradiasi sinar gamma menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk meningkatkan keragaman genetik dalam pemuliaan padi toleran kekeringan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons pertumbuhan dan komponen hasil galur mutan padi beras merah (G16) generasi M5 pada berbagai tingkat cekaman kekeringan serta mengidentifikasi genotipe yang berpotensi toleran. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas tiga tingkat kapasitas lapang (33%, 66%, dan 100%) dan lima genotipe padi, yaitu Inpago Unram 1 serta empat galur mutan hasil iradiasi sinar gamma. Karakter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, panjang daun bendera, panjang malai, dan bobot gabah per rumpun. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Cekaman kekeringan menurunkan pertumbuhan vegetatif dan hasil tanaman secara nyata, dengan penurunan terbesar terjadi pada kapasitas lapang 33%. Interaksi nyata antara genotipe dan cekaman kekeringan ditemukan pada karakter panjang daun bendera dan panjang malai. Galur mutan MD300-G27-16-9-5 menunjukkan performa paling stabil dengan kemampuan mempertahankan pertumbuhan dan hasil pada kondisi cekaman kekeringan. Korelasi positif antara karakter pertumbuhan dan hasil gabah menunjukkan bahwa karakter tersebut berpotensi digunakan sebagai kriteria seleksi dalam pengembangan varietas padi beras merah toleran kekeringan.