Ainur Rochmah
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Personal Branding Gus Iqdam Sebagai Strategi Komunikasi Dakwah Di Era Digital Ainur Rochmah; Mutrofin
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 2 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i2.5200

Abstract

Fenomena dakwah digital menciptakan persaingan ketat antar pendakwah di media sosial, sehingga manajemen personal branding menjadi elemen strategis yang tidak dapat dihindari, namun kajian yang secara khusus mengurai personal branding pendakwah sebagai satu sistem dari elemen-elemen yang saling terkait masih relatif terbatas, termasuk pada figur Gus Iqdam yang menonjol dalam ekosistem dakwah digital Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen personal branding Gus Iqdam sebagai strategi komunikasi dakwah digital di media sosial. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, berlokasi di Pondok Pesantren Mamba'ul Hikam II Karanggayam, Blitar, dengan kanal YouTube Gus Iqdam Official sebagai objek utama. Data dihimpun melalui wawancara terhadap lima informan yang dipilih secara purposive, observasi terhadap video dakwah, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan teori personal branding Peter Montoya dan presentasi diri Erving Goffman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding Gus Iqdam dikelola melalui lima elemen yang saling menopang: konsistensi identitas kultural-pesantren, diferensiasi gaya komunikasi hybrid yang memadukan kedalaman keilmuan dengan bahasa populer, pengelolaan kedekatan emosional melalui narasi autentik, adaptasi visibilitas pada logika platform digital, serta mobilisasi komunitas digital menjadi partisipasi sosial-keagamaan yang nyata, dengan autentisitas sebagai fondasi keberhasilannya, yakni kesatuan antara citra digital (front stage) dan kehidupan nyata di pesantren (back stage). Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan kajian personal branding dalam ranah dakwah Islam, serta kontribusi praktis sebagai rujukan bagi pendakwah muda dan lembaga pesantren dalam merancang manajemen personal branding yang adaptif tanpa kehilangan identitas keagamaan.