Birgitta Helencia Dinda Yuliani
Universitas Bandar Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengalaman Komunikasi Orang Tua dalam Memilih SLB Pelita Kasih Bandar Lampung untuk Anak Disabilitas Birgitta Helencia Dinda Yuliani; M. Denu Poyo; Noning Verawati
CONVERSE Journal Communication Science Vol. 3 No. 1 (2026): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/converse.v3i1.6213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman komunikasi orang tua dalam memilih SLB Pelita Kasih Bandar Lampung bagi anak disabilitas, serta mengidentifikasi bentuk komunikasi persuasif yang dilakukan pihak sekolah dalam meyakinkan orang tua. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya proses komunikasi dalam membantu orang tua memperoleh informasi, membangun keyakinan, dan mengambil keputusan mengenai pendidikan yang tepat bagi anak disabilitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan empat orang tua sebagai informan kunci, satu kepala sekolah sebagai informan utama, dan tiga guru sebagai informan pendukung di SLB Pelita Kasih Bandar Lampung. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman komunikasi orang tua berlangsung melalui beberapa tahapan: kesadaran terhadap kondisi anak; komunikasi dengan lingkungan sosial dan tenaga profesional; komunikasi langsung dengan pihak sekolah; menghadapi berbagai hambatan komunikasi; dan memaknai pengalaman tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan. Penelitian ini juga menemukan bahwa komunikasi persuasif SLB Pelita Kasih diwujudkan melalui penyampaian informasi program dan layanan sekolah, pendekatan personal yang empatik, pemanfaatan media komunikasi, dan pembuktian kualitas layanan melalui perkembangan nyata peserta didik. Keempat bentuk komunikasi ini saling melengkapi dalam membangun kepercayaan orang tua. Penelitian menyimpulkan bahwa pengalaman komunikasi dan komunikasi persuasif berperan krusial dalam membangun kepercayaan, mengurangi keraguan, dan mendukung proses pengambilan keputusan orang tua dalam menentukan pendidikan anak disabilitas.