Annisa Qhonita
Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Status Gizi dengan Derajat Hipertensi Pada Lansia di Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi Annisa Qhonita; Dewi Kurniawati; Marlina Andriani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi hipertensi pada lansia masih terbilang tinggi dan cenderung meningkat sejalan dengan proses penuaan. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah status gizi yang tidak seimbang sehingga berpotensi memperburuk derajat hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan derajat hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Guguk Panjang, Kota Bukittinggi tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional, melibatkan 127 responden yang dipilih melalui accidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah formulir data diri responden yang mencakup identitas, hasil pengukuran status gizi, dan hasil pengukuran tekanan darah responden. Hasil uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan derajat hipertensi pada lansia (p = 0,004; r = –0,252). Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori obesitas (39,4%) dan ideal (33,9%), sedangkan sebagian kecil berada pada kategori lebih (19,7%) dan rendah (7,1%). Pada pemeriksaan tekanan darah, mayoritas responden mengalami hipertensi derajat 2 (61,4%), sementara sisanya berada pada kategori hipertensi derajat 1 (38,6%). Disimpulkan bahwa sebagian besar lansia berada pada kategori status gizi obesitas dan ideal, dengan mayoritas mengalami hipertensi derajat 2, serta terdapat hubungan signifikan antara status gizi dan derajat hipertensi. Disarankan bagi institusi kesehatan, institusi pendidikan, dan peneliti selanjutnya untuk memanfaatkan temuan ini sebagai dasar dalam perencanaan program, pembelajaran, serta penelitian lebih lanjut dengan cakupan yang lebih luas.