Pengembangan pemanfaatan Asbuton dilakukan untuk menekan ketergantungan pada aspal impor serta mengoptimalkan potensi sumber daya alam lokal. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan yaitu dengan menambahkan serat eceng gondok sebagai bahan aditif dalam campuran beraspal. Eceng gondok merupakan gulma air yang mengandung selulosa sehingga berpotensi meningkatkan karakteristik campuran beraspal. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penambahan serat eceng gondok terhadap karakteristik Marshall campuran AC-WC, membandingkan karakteristik campuran dengan penggunaan Asbuton 8% dan 15%, serta menentukan rentang Kadar Aspal Optimum (KAO) dan kadar serat eceng gondok optimum. Penelitian menggunakan aspal penetrasi 60/70 dengan Asbuton tipe B 50/30 sebesar 8% dan 15% terhadap berat campuran. Campuran dibuat menggunakan metode pencampuran kering (Dry Method). Campuran Asbuton 8% menggunakan kadar aspal 6.5% dengan variasi kadar serat eceng gondok 5%, 6%, dan 7%, sedangkan campuran Asbuton 15% menggunakan variasi kadar aspal 6%, 7%, dan 8% serta kadar serat eceng gondok 4%, 5%, 6%, dan 7%. Karakteristik campuran dievaluasi melalui Penilaian karakteristik campuran dilakukan berdasarkan hasil pengujian Marshall yang meliputi parameter stabilitas, flow, VIM, VMA, VFB, serta MQ. Analisis statistik dilakukan menggunakan Generalized Linear Model (GLM) Robust, sedangkan penentuan KAO dan daerah optimum dilakukan menggunakan metode grafik pita dan grafik tiga dimensi (3D) berbantuan MATLAB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Asbuton 15% menghasilkan karakteristik volumetrik yang lebih baik, sedangkan Asbuton 8% memberikan nilai stabilitas dan Marshall Quotient (MQ) yang lebih tinggi. Analisis GLM Robust menunjukkan bahwa interaksi kadar aspal dan kadar serat eceng gondok berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter Marshall. Metode grafik pita menghasilkan rentang KAO sebesar 7.12%–7.69% dengan kadar serat optimum 4%, 5%, dan 6%, sedangkan metode grafik 3D menghasilkan rentang KAO sebesar 7.48%–7.87% dengan kadar serat optimum 4.14%–5.70%. Kata kunci: AC-WC Asbuton, serat eceng gondok, serat selulosa, pengujian Marshall.