Umi Nasiyatun Nauha
Departemen Teknik Elektro dan Informatika, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Sistem Monitoring Server Menggunakan Prometheus dan Grafana Dengan Notifikasi Email Umi Nasiyatun Nauha; Alif Subardono
Journal of Internet and Software Engineering Vol 7 No 1 (2026): Journal of Internet and Software Engineering
Publisher : Department of Electrical Engineering and Informatics, Vocational College, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jise.v7i1.20832

Abstract

Era teknologi yang terus berkembang membuat perusahaan semakin bergantung pada infrastruktur IT yang menjadikan monitoring server sebagai aspek penting untuk menjaga stabilitas operasional. Proses memantau 74 server secara manual tidak efektif sehingga menyulitkan administrator mendeteksi anomali secara real-time. PT HMMI telah menggunakan Zabbix untuk monitoring seluruh perangkat jaringan namun, performa server menurun ketika ditambahkan dashboard monitoring server. Pada penelitian ini akan dilakukan implementasi sistem monitoring server menggunakan Prometheus dan Grafana dengan notifikasi email. Prometheus mengumpulkan data metrik seperti CPU, memori, penyimpanan, dan throughput secara terpusat, sementara Grafana menyediakan visualisasi data yang interaktif dan mudah dipahami. Sistem ini menggantikan metode manual yang kurang efisien dengan tujuan guna mempermudah administrator dalam memantau resource server secara real-time. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem monitoring Grafana berhasil menampilkan data secara real-time dan mengirimkan notifikasi email dengan tingkat keberhasilan 100%. Selain itu, akurasi data pengujian menunjukkan penggunaan CPU mencapai 95,20%, memori 99,71%, disk 99,71%, dan throughput 91,42%. Pengujian performa server mencatat penggunaan CPU tertinggi sebesar 2,11%, memori maksimum 22,48%, ruang disk terbesar 20,85%, dan throughput tertinggi mencapai 203,56 Kbps saat memantau enam server selama enam jam. Sistem ini terbukti efektif dalam mendeteksi anomali dan membantu menjaga stabilitas layanan perusahaan.