Pendidikan kedokteran berbasis blok menuntut mahasiswa menguasai materi biomedis dan klinis yang padat dalam waktu singkat, sehingga berpotensi menimbulkan stres akademik dan memengaruhi pemilihan mekanisme koping. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat stres akademik, strategi coping mechanism yang dominan, serta hubungan antara keduanya pada mahasiswa kedokteran tahun pertama Universitas Adiwangsa Jambi. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri atas 22 mahasiswa semester dua yang dipilih melalui total sampling dari populasi 50 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner adaptasi Medical Student Stress Questionnaire dan Brief COPE, kemudian dianalisis secara univariat, tabulasi silang, dan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan bahwa 68,2% mahasiswa mengalami stres sedang, 27,3% stres ringan, dan 4,5% stres berat, dengan rerata skor stres 13,00 ± 5,54. Problem-Focused Coping mendominasi pada 54,5% responden, koping kombinasi 31,8%, dan Emotion-Focused Coping 13,6%. Terdapat kecenderungan hubungan negatif antara stres akademik dan Problem-Focused Coping, tetapi tidak signifikan secara statistik (r = -0,389; p = 0,074). Korelasi positif signifikan ditemukan antara PFC dan EFC (r = 0,593; p = 0,004). Disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami stres sedang dan menggunakan strategi koping berbasis masalah serta kombinasi adaptif. Temuan ini mendukung penguatan peran pembimbing akademik, pelatihan manajemen waktu, dan pemantauan kesehatan mental mahasiswa sejak semester awal.