Transformasi digital pada sektor perikanan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, namun rendahnya literasi digital masih menjadi kendala dalam pemanfaatan teknologi untuk pemasaran hasil tangkapan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas nelayan dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran hasil perikanan melalui hilirisasi hasil penelitian transformasi digital di Kabupaten Polewali Mandar. Sasaran kegiatan adalah 25 nelayan skala kecil yang selama ini masih menerapkan pola pemasaran konvensional. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan literasi digital, pendampingan implementasi pemasaran digital, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, lembar observasi keterampilan, angket persepsi, serta wawancara mendalam. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata literasi digital peserta sebesar 54,5%. Sebanyak 84% peserta berhasil menggunakan WhatsApp Business, 72% mengelola Instagram Business, serta terbentuk empat orang Digital Fisherman Champion sebagai agen perubahan di kelompok nelayan. Selain meningkatkan keterampilan digital, kegiatan ini juga mendorong perubahan sikap positif terhadap pemanfaatan teknologi, memperkuat interaksi sosial, dan membuka peluang pemasaran tanpa perantara. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis hilirisasi riset efektif mendukung transformasi digital sektor perikanan dan berpotensi direplikasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan