Syatriadin Syatriadin
Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Amin Dompu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sinergi Nilai Islam dan Kearifan Lokal dalam Membangun Moderasi Beragama di MIS Al-Kautsar Desa Ranggo Fitriani Fitriani; Syatriadin Syatriadin
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sinergi nilai-nilai Islam dan kearifan lokal dalam membangun moderasi beragama di MIS Al-Kautsar Desa Ranggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam serta peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi nilai Islam dan kearifan lokal di MIS Al-Kautsar Desa Ranggo diwujudkan melalui kebijakan madrasah, proses pembelajaran, pembiasaan, dan budaya sekolah. Nilai-nilai Islam seperti toleransi (tasamuh), keadilan ('adl), keseimbangan (tawazun), dan sikap moderat (wasathiyah) diintegrasikan dengan budaya gotong royong, Mbolo Weki, serta saling menghormati dalam berbagai aktivitas sekolah. Hubungan yang harmonis antara guru dan peserta didik maupun antarpeserta didik menjadi faktor penting dalam menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan. Madrasah juga menerapkan pembatasan penggunaan telepon genggam selama jam belajar serta memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Faktor pendukung implementasi moderasi beragama meliputi komitmen kepala madrasah, keteladanan guru, dukungan orang tua, serta kuatnya budaya lokal masyarakat. Adapun faktor penghambat antara lain pengaruh media sosial, keberagaman latar belakang peserta didik, serta keterbatasan waktu pembinaan karakter di sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi nilai Islam dan kearifan lokal mampu membentuk lingkungan pendidikan yang harmonis, inklusif, dan berkarakter serta menjadi strategi efektif dalam memperkuat moderasi beragama pada peserta didik di madrasah.