Natanael Tarigan
STFT GKI I.S Kijne Jayapura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perdamaian Di Tanah Papua: Merawat Perjumpaan Wajah Dan Menciptakan Narasi Bersama Dalam Perspektif Teologi Pastoral Sosial: Recociliation In Tanah Papua: Nurturing Confronting And Creating The New Narration Through A Social Pastoral Theology Lens Natanael Tarigan
MURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual Vol 7 No 2 (2026): Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Teologi GKI "IZAAK SAMUEL KIJNE" Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58983/jmurai.v7i2.301

Abstract

Tanah Papua merupakan wilayah yang secara historis dan struktural tidak terlepas dari dinamika konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran perempuan Sentani dalam proses penyelesaian konflik komunal melalui perspektif teologi pastoral sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-naratif dan etnografi pastoral, penelitian ini menganalisis praktik budaya waimam sebagai kearifan lokal yang memungkinkan perempuan berperan sebagai mediator perdamaian meskipun berada dalam struktur patriarkal yang membatasi akses mereka terhadap ruang adat. Temuan menunjukkan bahwa perempuan Sentani melalui identitas noken dan kani mampu merawat perjumpaan wajah dan membangun narasi baru yang mencegah eskalasi konflik. Teori segitiga konflik Galtung (Sikap-Perilaku-Kontradiksi) dan teori pencegahan konflik Leatherman digunakan sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian dikonstruksi ke dalam teologi pastoral sosial melalui tiga langkah praksis pastoral: konfrontasi, konfirmasi, dan konfigurasi—yang mengandaikan gereja sebagai komunitas sadar konflik yang mampu hadir secara autentik di tengah pergumulan umat. Implikasi teologis dari temuan ini menegaskan bahwa perjumpaan wajah yang merawat pathos komunitas merupakan lokus teologi praksis yang relevan bagi perdamaian di Tanah Papua.