Kajian mengenai rekonsiliasi dalam teologi Kristen umumnya berfokus pada aspek kristologis, soteriologis, atau dimensi etis-sosial, sementara pembahasan mengenai Allah sebagai subjek utama dan pelaku pertama rekonsiliasi melalui integrasi keberadaan dan karakter-Nya masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana keberadaan Allah menjadi dasar ontologis karya rekonsiliasi serta bagaimana karakter ilahi termanifestasi dalam tindakan pendamaian antara Allah dan manusia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang memadukan pendekatan teologi sistematika dan teologi biblika. Data dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis), hermeneutika teologis terhadap teks-teks Alkitab, serta sintesis konseptual terhadap berbagai literatur teologi kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonsiliasi merupakan manifestasi langsung dari keberadaan Allah yang kekal, berdaulat, dan mahakasih, sehingga tindakan pendamaian berakar pada natur Allah sendiri. Selain itu, karakter Allah yang meliputi kasih, kekudusan, keadilan, anugerah, kesetiaan, dan pengampunan bekerja secara harmonis dalam karya rekonsiliasi melalui Yesus Kristus tanpa meniadakan salah satu atribut ilahi. Penelitian ini menawarkan perspektif integratif yang menghubungkan doktrin Allah (theology proper) dengan doktrin keselamatan (soteriology), sehingga rekonsiliasi dipahami tidak hanya sebagai peristiwa soteriologis, tetapi juga sebagai ekspresi utuh keberadaan dan karakter Allah. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan teologi sistematika serta memperkuat relevansi doktrin rekonsiliasi bagi kehidupan gereja dan masyarakat kontemporer.