Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Data Science Melalui Pelatihan Intensif Daring pada Program Prakerja Jerman Romeo Romeo
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/pca5k636

Abstract

Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten dalam mengelola dan menganalisis data berskala besar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing angkatan kerja di Jerman melalui program pelatihan intensif "Big Data Analysis & Data Science – Technologies, Security, Applications". Program ini diselenggarakan secara daring bekerja sama dengan Habmann, sebuah institusi penyedia layanan pendidikan, sebagai bagian dari program prakerja pemerintah Jerman. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahapan utama: persiapan kurikulum, pelaksanaan pelatihan dengan learning journey harian yang terstruktur ke dalam tiga tingkatan (level dasar, level aplikasi, dan level manajerial), serta evaluasi berkelanjutan. Pelatihan dilaksanakan selama 16 hari berturut-turut dengan durasi 8 jam per hari, menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama. Peserta diberikan materi komprehensif mulai dari konsep dasar Big Data, keamanan data, hingga penerapan algoritma Machine Learning seperti Supervised Learning. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman analitik data sebesar 87% berdasarkan nilai pre-test dan post-test. Selain itu, seluruh peserta berhasil merancang dan mengimplementasikan proyek akhir pemodelan prediktif dengan tingkat akurasi rata-rata di atas 80%. Kesimpulannya, kegiatan ini terbukti efektif secara terukur dalam membekali peserta dengan keterampilan teknis dan strategis mutakhir yang relevan dengan kebutuhan industri global saat ini.
DICOM gateway berbasis validation engine untuk integrasi PACS–SATUSEHAT Romeo Romeo; Sulistiowati; Nunuk Wahyuningtyas; Titik Lusiani; Tutut Wurijanto
INFOTECH : Jurnal Informatika & Teknologi Vol 7 No 2 (2026): INFOTECH: Jurnal Informatika & Teknologi
Publisher : LPPMPK - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/infotech.v7i2.2455

Abstract

Transformasi digital layanan kesehatan mendorong kebutuhan interoperabilitas data pencitraan medis antara sistem Picture Archiving and Communication System (PACS) rumah sakit dengan platform nasional SATUSEHAT. Implementasi integrasi Digital Imaging and Communications in Medicine (DICOM) pada berbagai rumah sakit masih menghadapi kendala berupa ketidakkonsistenan metadata, variasi standar antarvendor, serta tingginya tingkat penolakan data akibat validasi yang tidak memenuhi standar interoperabilitas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan arsitektur DICOM Gateway berbasis Validation Engine dan Metadata Normalization untuk meningkatkan keberhasilan integrasi PACS–SATUSEHAT secara otomatis dan terstruktur. Penelitian menggunakan metode Design Science Research (DSR) yang terdiri atas identifikasi masalah, perancangan artefak, pengembangan prototipe, demonstrasi, dan evaluasi sistem. Validation Engine dikembangkan menggunakan pendekatan rule-based dynamic validation berbasis JSON untuk memvalidasi mandatory tags, konsistensi metadata, validasi ServiceRequest, dan sinkronisasi identitas pasien dengan data pasien di Hospital Information System (HIS). Selain itu, Tag Normalizer digunakan untuk melakukan normalisasi metadata DICOM menuju format interoperabel berbasis FHIR. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu meningkatkan keberhasilan pengiriman ImagingStudy sebesar 91,3% dibandingkan dengan data PACS sebelum normalisasi. Pengujian performa juga menunjukkan rata-rata latency validasi sebesar 142 ms untuk pemrosesan 2.500 studi DICOM. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan middleware interoperabilitas pencitraan medis yang adaptif terhadap heterogenitas sistem rumah sakit serta mendukung integrasi layanan kesehatan nasional.