Lita Isnatun
Universitas Sarjana Wiyata Tamansiswa, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Pembelajaran Berbasis Budaya Ketamansiswaan dalam Menumbuhkan Kemandirian dan Budi Pekerti Anak Usia Dini Lita Isnatun; Rahayu Retnaningsih; Suyono
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1416

Abstract

Artikel ini membahas pembelajaran berbasis budaya Ketamansiswaan sebagai kerangka konseptual dalam menumbuhkan kemandirian dan budi pekerti anak usia dini. Latar belakang kajian ini berangkat dari tantangan pendidikan anak usia dini kontemporer yang cenderung menitikberatkan pada capaian akademik dan keterampilan kognitif, sementara dimensi karakter, kemandirian, dan nilai kemanusiaan sering kali terpinggirkan. Budaya Ketamansiswaan, yang berakar pada pemikiran Ki Hadjar Dewantara, menawarkan pendekatan pendidikan yang humanistik, berorientasi pada kemerdekaan belajar, keteladanan, dan pembentukan budi pekerti sebagai tujuan fundamental pendidikan. Tujuan artikel ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis secara teoretis peran pembelajaran berbasis budaya Ketamansiswaan dalam menumbuhkan kemandirian dan budi pekerti anak usia dini, serta mengevaluasi relevansi dan kontribusinya dalam diskursus pendidikan anak usia dini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-teoretis melalui kajian pustaka kritis, analisis konseptual, dan sintesis teori dari literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis budaya Ketamansiswaan secara konseptual mampu mendukung pengembangan kemandirian anak melalui prinsip kemerdekaan belajar dan sistem among, serta membentuk budi pekerti melalui keteladanan dan pembiasaan nilai dalam praktik pendidikan. Kesimpulan kajian ini menegaskan bahwa budaya Ketamansiswaan memiliki relevansi teoretis yang kuat sebagai landasan pembelajaran anak usia dini yang holistik dan berorientasi pada nilai. Implikasi praktis dari kajian ini mengarah pada pentingnya revitalisasi nilai-nilai Ketamansiswaan dalam perancangan pembelajaran anak usia dini guna memperkuat pendidikan karakter yang kontekstual dan berkelanjutan.