Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) telah menimbulkan dampak yang luas terhadap sektor kesehatan dan memerlukan analisis berbasis data untuk mendukung pengambilan kebijakan di tingkat daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola persebaran COVID-19 serta mengidentifikasi pengaruh jumlah penduduk dan jumlah kasus suspek terhadap jumlah kasus positif COVID-19 di Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember yang diperoleh dari website resmi Siaga COVID-19 Pemerintah Kabupaten Jember. Analisis dilakukan menggunakan metode K-Means Clustering untuk mengelompokkan wilayah berdasarkan tingkat penyebaran COVID-19 dan Regresi Linier Berganda untuk menguji pengaruh jumlah penduduk dan jumlah kasus suspek terhadap jumlah kasus positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terbentuk tiga klaster, yaitu 17 kecamatan pada klaster risiko rendah, 12 kecamatan pada klaster risiko sedang, dan 2 kecamatan (Kaliwates dan Sumbersari) pada klaster risiko tinggi. Hasil regresi linier berganda menghasilkan persamaan Y = -1,81 + 8,27X1 + 2,46X2, dengan variabel jumlah kasus suspek berpengaruh signifikan terhadap jumlah kasus positif (p-value = 0,0001), sedangkan jumlah penduduk tidak berpengaruh signifikan (p-value = 0,34). Nilai Adjusted R² sebesar 0,6024 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 60,24% variasi jumlah kasus positif COVID-19. Integrasi metode K-Means dan Regresi Linier Berganda memberikan informasi spasial dan statistik yang komprehensif sehingga dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam pengendalian penyebaran COVID-19 di Kabupaten Jember.