Penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa keterbacaan tulisan tangan sangat penting sebagai dasar literasi dasar di sekolah dasar. Siswa yang menghadapi masalah keterbacaan atau legitimasi tulisan seringkali menghadapi tantangan dalam proses penilaian dan prestasi akademik mereka. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana guru menangani masalah legibilitas tulisan tangan siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, dan subjek penelitian adalah guru di sekolah dasar. Data dikumpulkan dari tulisan hasil siswa melalui wawancara mendalam. Kemudian, model interaktif digunakan untuk menganalisis data, yang meliputi pengumpulan, pengurangan, penampilan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan dua strategi utama yang saling terintegrasi: mengajar mekanika menulis (termasuk posisi duduk yang tepat dan teknik memegang pena yang tepat) dan mengajar latihan menulis rutin melalui menghafal atau merangkum materi secara teratur. Telah terbukti bahwa strategi ini membantu siswa meningkatkan kontrol motorik halus mereka dan menjadi lebih percaya diri dalam membuat tulisan yang lebih cepat dan mudah dibaca. Penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan masalah tangan memerlukan pendekatan yang luas yang melibatkan peningkatan fisik dan penguatan perilaku melalui latihan yang direncanakan. Hasilnya menunjukkan bahwa, untuk mendukung keberhasilan literasi siswa di masa depan, guru harus memberikan perhatian khusus pada aspek ergonomi menulis sejak dini