Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya perkembangan keterampilan motorik kasar pada anak usia sekolah dasar, khususnya usia 6–8 tahun, karena kemampuan tersebut menjadi dasar bagi anak dalam melakukan aktivitas fisik, bermain, belajar, dan mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani. Keterampilan motorik kasar mencakup kemampuan lokomotor dan kontrol objek yang melibatkan koordinasi otot besar, keseimbangan, kekuatan, kelincahan, dan ketepatan gerak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat perkembangan keterampilan motorik kasar pada anak usia 6–8 tahun di MI Miftahul Huda Gogodeso Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 72 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria usia 6–8 tahun dan keikutsertaan dalam tes. Instrumen yang digunakan adalah Test of Gross Motor Development-3 (TGMD-3), yang terdiri atas 13 item tes, meliputi enam tes lokomotor dan tujuh tes kontrol objek. Data dikumpulkan melalui teknik tes, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62 siswa atau 86,11% berada pada kategori very superior, 8 siswa atau 11,11% berada pada kategori superior, dan 2 siswa atau 2,78% berada pada kategori above average. Tidak terdapat siswa pada kategori average maupun di bawahnya. Kesimpulannya, keterampilan motorik kasar anak usia 6–8 tahun berkembang sangat baik dan perlu terus dipertahankan melalui aktivitas fisik yang terarah, menyenangkan, terstruktur, dan sesuai tahap perkembangan usia anak secara berkelanjutan di sekolah dasar.