Eka Juwita Haryani
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTITAS BUDAYA GLOBAL, EMPATI DIGITAL, PERSEPSI DISKRIMINASI, DAN WELL-BEING PADA REMAJA GEN Z MULTIKULTURAL Eka Juwita Haryani; Najlatun Naqiyah; Evi Winingsih
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2026): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v17i1.6100

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh identitas budaya global, empati digital, dan persepsi diskriminasi terhadap well-being pada remaja Generasi Z yang hidup dalam konteks multikultural di Indonesia. Generasi Z merupakan kelompok yang tumbuh dalam dinamika globalisasi dan digitalisasi yang intens, sehingga identitas budaya, pengalaman sosial-digital, dan persepsi terhadap ketidakadilan menjadi faktor krusial dalam membentuk kesejahteraan psikososial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional, melibatkan 100 remaja Gen Z berusia 15–24 tahun. Instrumen penelitian mencakup skala identitas budaya global, empati digital, persepsi diskriminasi, dan well-being remaja, yang telah diadaptasi dan diuji melalui validitas konstruk serta reliabilitas internal. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh antarvariabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa identitas budaya global berpengaruh positif dan signifikan terhadap well-being (? = 0,260; p < 0,05), demikian pula empati digital yang memiliki pengaruh positif signifikan (? = 0,290; p < 0,05). Sebaliknya, persepsi diskriminasi terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap well-being (? = ?0,248; p < 0,05). Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap well-being remaja Gen Z (F = 16,765; p < 0,001) dengan kontribusi sebesar 34,4% terhadap variasi kesejahteraan psikologis. Temuan ini menegaskan bahwa well-being remaja Gen Z merupakan konstruk multidimensional yang dibentuk oleh interaksi antara sumber daya psikososial yang bersifat protektif dan pengalaman sosial yang berisiko. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan mengintegrasikan identitas budaya global dan empati digital dalam model well-being, serta implikasi praktis bagi pengembangan intervensi pendidikan dan kebijakan yang mendukung kesejahteraan remaja di era global-digital.Kata Kunci: Identitas budaya global, empati digital, persepsi diskriminasi, well-being, remaja Gen Z, multikulturalABSTRACTThis study aims to analyze the influence of global cultural identity, digital empathy, and perceptions of discrimination on the well-being of Generation Z adolescents living in a multicultural context in Indonesia. Generation Z is a group that has grown up amid intense globalization and digitalization, making cultural identity, social-digital experiences, and perceptions of injustice crucial factors in shaping their psychosocial well-being. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional survey design, involving 100 Gen Z adolescents aged 15–24 years. The research instruments included scales of global cultural identity, digital empathy, perceptions of discrimination, and adolescent well-being, which had been adapted and tested for construct validity and internal reliability. Data analysis was performed using multiple linear regression to test the influence between variables. The results of the analysis show that global cultural identity has a positive and significant effect on well-being (? = 0.260; p < 0.05), as does digital empathy, which has a significant positive effect (? = 0.290; p < 0.05). Conversely, perceptions of discrimination were found to have a negative and significant effect on well-being (? = ?0.248; p < 0.05). Simultaneously, these three variables significantly influence the well-being of Gen Z adolescents (F = 16.765; p < 0.001) with a contribution of 34.4% to the variation in psychological well-being. These findings confirm that Gen Z youth well-being is a multidimensional construct shaped by the interaction between protective psychosocial resources and risky social experiences. This study provides theoretical contributions by integrating global cultural identity and digital empathy into the well-being model, as well as practical implications for the development of educational interventions and policies that support youth well-being in the global-digital era.Keywords: Global cultural identity, digital empathy, perception of discrimination, well-being, Gen Z youth, multiculturalism