Udin, Hasanudin Hasan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INTENSITAS PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG (Sclerotium rolfsii) DAN KARAKTER AGRONOMI TANAMAN KEDELAI var. Anjasmoro AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS LIMBAH MEDIA JAMUR MERANG DAN Trichoderma harzianum Udin, Hasanudin Hasan; adhi, Satriyo restu
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v11i1.5609

Abstract

Kedelai merupakan salah satu sumber tanaman pangan terpenting di Indonesia karena besarnya jumlah kebutuhan kedelai di masyarakat. Kedelai memiliki peranan yang sangat besar bagi perekonomian Indonesia, dikarenakan dapat dijadikan sumber bahan baku industri tempe, tahu, dan pakan ternak berupa bungkil kedelai. Produksi kedelai tahun 2020 mengalami penurunan 135.521 ton atau 31,95% dari tahun 2019. Penurunan produktivitas tersebut diantaranya disebabkan oleh gangguan penyakit tanaman. Penyakit tersebut disebabkan jamur, bakteri, virus dan mikoplasma. Cendawan Sclerotium rolfsii merupakan patogen penting pada tanaman kedelai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengendalian terbaik terhadap penyakit S. rolfsii terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai dan penambahan bahan organik dan agens hayati dalam menekan intensitas penyakit busuk pangkal batang (S. rolfsii). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan kode; T0 = (Kontrol), T1 = Fungisida (Kontrol atas), T2 = Trichoderma harzianum, T3 = (Kompos limbah media jamur merang), dan T4 = (Kompos limbah media jamur merang + Trichoderma harzianum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa enambahan kompos limbah media jamur merang dan Trichoderma harzianum pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai tidak memberikan pengaruh nyata terhadap bobot kedelai per tanaman, bobot per 100 polong dan severtias tanaman kedelai namun kerusakan terkecil terjadi pada perlakuan T4 (Trichoderma harzianum + kompos limbah media jamur merang di pengamatan 28 hst sampai 56 hst dengan nilai rata-rata 20,32%.