Laela Oktalia Nur Firdaus
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Perubahan Daerah Tangkapan Hujan Akibat Pengembangan Disposal terhadap Kebutuhan Kapasitas Sump Laela Oktalia Nur Firdaus; Tedy Agung Cahyadi; Muhammad Anggara Imam Tatowi
Nusantara Civil Engineering Journal Vol 5 No 2 (2026): Nusantara Civil Engineering Journal (July - December 2026 - INPRESS)
Publisher : Civil Engineering Dept, Balikpapan State Polytechnics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/nuce.v5i2.740

Abstract

Abstrak Kajian mengenai pengaruh perubahan daerah tangkapan hujan akibat pengembangan disposal terhadap kebutuhan kapasitas sump masih sangat terbatas, khususnya pada tambang emas terbuka di Indonesia. Penelitian terdahulu umumnya mengkaji aspek sistem penyaliran, sedimentasi, dan hidrologi disposal secara terpisah, sehingga belum terdapat kajian yang mengintegrasikan perubahan daerah tangkapan hujan akibat ekspansi disposal dengan evaluasi kebutuhan kapasitas sump secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perubahan daerah tangkapan hujan akibat pengembangan disposal terhadap debit limpasan, potensi sedimentasi, dan kebutuhan kapasitas sump Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif deskriptif berdasarkan data curah hujan periode 2016–2025. Curah hujan rencana dihitung menggunakan distribusi Gumbel, intensitas hujan dengan metode Mononobe, dan debit limpasan dengan metode Rasional. Daerah tangkapan hujan didelineasi menggunakan data Digital Elevation Model (DEM) melalui perangkat lunak Global Mapper, sedangkan potensi erosi dan sedimentasi dihitung menggunakan metode USLE dan pendekatan Sediment Delivery Ratio (SDR). Analisis menunjukkan bahwa pengembangan disposal menyebabkan perubahan distribusi daerah tangkapan hujan yang mengakibatkan dominasi aliran menuju sump eksisting dengan debit limpasan sebesar 16,81 m³/detik, dibandingkan 8,04 m³/detik pada sump baru. Potensi sedimentasi tahunan pada sump eksisting dan sump baru masing-masing sebesar 11.631 ton/tahun dan 8.189 ton/tahun. Perubahan daerah tangkapan hujan tersebut mengakibatkan kebutuhan kapasitas tampungan sebesar 218.856 m³ untuk sump eksisting dan 51.463 m³ untuk sump baru. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif yang menghubungkan secara kuantitatif perubahan daerah tangkapan hujan akibat ekspansi disposal dengan evaluasi kebutuhan kapasitas sump sebagai acuan teknis perencanaan sistem penyaliran tambang yang adaptif terhadap perubahan topografi.