Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Komparatif Performa Teknis CSP-ORC 6 MW di Wallacea: Studi Kasus Ropa dan Talaud Rahmat Satrio Wiryaatmaja; Ary Bachtiar Krishna Putra
STORAGE: Jurnal Ilmiah Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/storage.v5i2.8073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan performa teknologi Concentrated Solar Power (CSP) berbasis Organic Rankine Cycle (ORC) pada dua lokasi di wilayah Wallacea, yaitu Ropa dan Talaud, dengan kapasitas terpasang masing-masing 6 MW. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis komparatif performa teknis-geografis di wilayah tropis kepulauan, yang menguji sensitivitas sistem terhadap perbedaan karakteristik iklim lokal mikro, sebuah area yang masih jarang dilaporkan dalam literatur CSP global yang umumnya berfokus pada wilayah gurun seperti Mojave atau Genesis. Metode yang digunakan adalah kuantitatif berbasis simulasi melalui perangkat lunak System Advisor Model (SAM) dengan input data meteorologi resolusi per jam selama satu tahun. Parameter utama yang mengevaluasi luaran daya termal (thermal power), daya listrik bersih (net electrical power), dan efisiensi kapasitas faktor (Capacity Factor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi Ropa memiliki potensi energi surya yang lebih unggul dengan puncak daya termal mencapai 20 MWt dan nilai Capacity Factor (CF) bulanan tertinggi mendekati 0,40. Sebaliknya, lokasi Talaud menunjukkan profil energi yang lebih stabil namun dengan nilai CF yang jauh lebih rendah, berkisar di angka 0,12 pada periode yang sama. Perbedaan signifikan ini disebabkan oleh variabilitas intensitas radiasi matahari langsung (Direct Normal Irradiance/DNI) dan kondisi iklim lokal. Studi ini mengisi kesenjangan riset (research gap) dengan menyediakan basis data teknis yang membuktikan bahwa faktor geografis di Ropa memberikan efisiensi produksi energi yang lebih kompetitif. Hasil ini menjadi landasan strategis dalam penentuan prioritas pengembangan infrastruktur energi terbarukan di Indonesia Timur.