Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Cara Meng-Upgrade Diri dengan Metode EnSQ Entrepreneur Spritual Quotient (EnSQ) (Membentuk Edu Preneur, Seorang Pendidik Memiliki Jiwa Kewirausahaan) Bahrudin
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 4 No. 6 (2026): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v4i6.521

Abstract

Penelitian ini mengembangkan kerangka Entrepreneur Spiritual Quotient (EnSQ) sebagai metode untuk meningkatkan kemampuan kewirausahaan melalui pengembangan spiritual dalam konteks Islam. Menggunakan pendekatan pengembangan kerangka konseptual kualitatif, penelitian ini bersumber pada ajaran Islam (Al-Qur'an dan Hadits), literatur etika bisnis Islam kontemporer, dan observasi praktisi terhadap praktik bisnis di Indonesia. Penelitian mengidentifikasi dua kategori "virus bisnis" yang mengancam kesuksesan wirausaha: Virus Bisnis Real (VBR) yang termanifestasi dalam manajemen buruk, arus keuangan tidak jelas, tidak membayar zakat, dan praktik tidak jujur; serta Virus Bisnis Abstrak (VBA) yang termanifestasi dalam kurangnya visi, hubungan kerja tidak sehat, karakter buruk, pengabaian karyawan, dan kesejahteraan rendah. Kerangka EnSQ menawarkan model terapi tiga tahap (M1: pemurnian individu, M2: modal halal, M3: manajemen profesional Islam) untuk mengatasi virus-virus ini dan mengubah bisnis menjadi "baiti jannah" (surga kecil) yang ditandai dengan keadilan, keharmonisan, dan keberkahan. Kerangka ini mengintegrasikan prinsip kecerdasan emosional dan spiritual dengan etika bisnis Islam, memperluas karya sebelumnya tentang ESQ (Emotional Spiritual Quotient) ke konteks kewirausahaan. Temuan menunjukkan bahwa wirausahawan yang menerapkan prinsip EnSQ dapat mencapai kesuksesan bisnis sambil menjaga integritas etis dan spiritual. Penelitian ini berkontribusi pada literatur etika bisnis Islam dan memberikan panduan praktis bagi wirausahawan Muslim yang ingin menyelaraskan praktik bisnis dengan nilai-nilai Islam. Penelitian selanjutnya harus memvalidasi secara empiris kerangka EnSQ melalui survei kuantitatif dan studi kasus.