Penelitian ini menganalisis kestabilan lereng timbunan di lokasi disposal outpit dump yang merupakan area persawahan dengan kandungan air yang tinggi dan formasi Dahor yang memiliki litologi utama batu lempung lunak, kondisi ini berpotensi terbentuknya weak layer dan meningkatkan risiko kelongsoran. Kelongsoran ini berdampak pada keselamatan, lingkungan, produksi, dan citra perusahaan. Sehingga disposal tersebut perlu dianalisis tingkat stabilitas lerengnya dan metode stabilisasi yang efektif serta safety dan ekonomis. Salah satu metode stabilitasi lereng yaitu counterweight. Pendekatan geoteknik melibatkan pengeboran dan SPT, pengujian laboratorium, dan analisis kestabilan lereng menggunakan software rocsience slide 6.0. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa timbunan dari formasi Warukin, base disposal dari fomasi Dahor, dan weak layer pada kedalaman RL +24 hingga RL +6. Perbandingan nilai material properties menunjukan bahwa nilai uji laboratorium cenderung tinggi daripada estimasi N-SPT, sehinga nilai residual dari uji laboratorium dianggap paling akurat karena merepesentasikan kekuatan material sisa. Analisis kestabilan lereng (tanpa counterweight) menunjukan faktor keamanan yang tidak memenuhi kriteria KEPMEN ESDM No. 1827 Tahun 2018, dengan weak layer sebagai penyebab utama ketidakstabilan. Setelah redesain counterweight dengan penggalian hingga RL+12 meter, FK meningkat memenuhi standar sebesar FK 1,143 – 1,604. Implementasi counterweight ini diharapkan dapat meningkatkan kestabilan lereng, mengurangi risiko kelongsoran, dan mengoptimalkan kapasitas disposal sesuai perencanaan.