This Author published in this journals
All Journal PETITA
Gabriel Fanky Fernando
Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Tadulako

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BENTUK PELANGGARAN HUKUM TERHADAP GAME DEVELOPER Gabriel Fanky Fernando; Sitti Fatimah Maddusila; Ratu Ratna Korompot
PETITA Vol 8, No 2 (2026): PETITA VOL. 8, NO. 2 DESEMBER 2026
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/ptt.v8i2.9332

Abstract

This study aims to identify the forms of legal violations that can affect game developers. A normative legal research method was employed. The findings indicate that legal violations against game developers include game piracy, unauthorized use or distribution, and copyright infringement regarding program code, character designs, music, illustrations, and other creative elements. Furthermore, illegal modifications, the dissemination of pirated versions, the use of unlicensed game assets, and the unauthorized reproduction and resale of digital products constitute violations that cause both economic and moral harm. Such violations not only diminish a developer's potential profits but can also stifle creativity and hinder the growth of the digital game industry. Legal protection for game developers can be achieved through the application of provisions within Copyright Law and other intellectual property regulations. Developers can also take preventive measures, such as registering copyrights, implementing digital security systems, and issuing usage licenses. Meanwhile, remedial actions can be pursued through litigation or non-litigation dispute resolution against the infringing parties. Effective legal protection is expected to safeguard the rights of game developers and foster the growth of a digital game industry that is more creative, innovative, and sustainable. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk pelanggaran hukum yang dapat terjadi terhadap game developer.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelanggaran hukum terhadap game developer dapat berupa pembajakan permainan, penggunaan atau pendistribusian game tanpa izin, pelanggaran hak cipta terhadap kode program, desain karakter, musik, ilustrasi, dan elemen kreatif lainnya. Selain itu, tindakan modifikasi ilegal (illegal modification), penyebaran versi bajakan, penggunaan aset permainan tanpa lisensi, serta penggandaan dan penjualan kembali produk digital tanpa persetujuan pengembang juga termasuk bentuk pelanggaran yang merugikan secara ekonomi maupun moral. Pelanggaran tersebut tidak hanya mengurangi potensi keuntungan pengembang, tetapi juga dapat menghambat kreativitas dan perkembangan industri permainan digital. Perlindungan hukum terhadap game developer dapat dilakukan melalui penerapan ketentuan dalam Undang-Undang Hak Cipta serta peraturan terkait kekayaan intelektual lainnya. Pengembang juga dapat melakukan langkah preventif melalui pendaftaran hak cipta, penggunaan sistem keamanan digital, dan pemberian lisensi penggunaan. Sementara itu, tindakan represif dapat ditempuh melalui penyelesaian sengketa secara litigasi maupun nonlitigasi terhadap pihak yang melakukan pelanggaran. Dengan adanya perlindungan hukum yang efektif, diharapkan hak-hak game developer dapat terlindungi dan mampu mendorong pertumbuhan industri permainan digital yang lebih kreatif, inovatif, dan berkelanjutan.