Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

 Dampak Aktivitas Konstruksi Terhadap Kualitas Air Dan Kebisingan Lingkungan: Studi Kasus Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh Mohammad Rauzam; Mohamad Haifan
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8119

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak aktivitas konstruksi Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh terhadap parameter lingkungan fisik berdasarkan data pemantauan selama empat bulan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan metode studi kasus berbasis data hasil uji laboratorium terakreditasi. Parameter yang dianalisis meliputi kualitas air permukaan (TSS, TDS, pH, DO, BODs, total coliform), kualitas air tanah, kebisingan lingkungan, dan kandungan logam berat pada sedimen. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas konstruksi berkontribusi terhadap peningkatan nilai TSS di titik hilir akibat pekerjaan tanah dan mobilisasi material, sementara parameter kimia air lainnya relatif stabil dan berada dalam baku mutu yang berlaku. Kebisingan meningkat secara temporer selama operasi alat berat. Kandungan logam berat sedimen berada pada konsentrasi rendah tanpa indikasi akumulasi signifikan. Secara keseluruhan, dampak lingkungan fisik bersifat fluktuatif dan dapat dikendalikan melalui implementasi pengelolaan lingkungan yang konsisten. Penelitian ini memperkuat bukti empiris bahwa fase konstruksi bendungan didominasi oleh dampak fisik berupa sedimen dan kebisingan dibandingkan perubahan kimia air secara sistemik. This study aims to analyze the impact of construction activities of the Rukoh Dam diversion structure on physical environmental parameters based on four months of environmental monitoring data. The research employed a descriptive-analytical approach using a case study method based on accredited laboratory testing results. The analyzed parameters included surface water quality (TSS, TDS, pH, DO, BODs, total coliform), groundwater quality, environmental noise levels, and heavy metal concentrations in sediment. The results indicate that construction activities contributed to increased TSS levels at the downstream monitoring point due to earthwork operations and material mobilization, while other chemical water quality parameters remained relatively stable and within the applicable environmental quality standards. Noise levels increased temporarily during heavy equipment operation. Heavy metal concentrations in sediment were found to be low, with no indication of significant accumulation. Overall, the physical environmental impacts were fluctuating in nature and remained controllable through consistent implementation of environmental management measures. This study strengthens empirical evidence that the construction phase of dam projects is predominantly characterized by physical impacts, particularly sedimentation and noise, rather than systemic chemical alterations in water quality.