Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Determinasi Indeks Kebahagiaan di Indonesia: Analisis Pengaruh IPM, Belanja Pemerintah Sektor Pendidikan Dan Kesehatan, Serta Ketimpangan Pendapatan Irvan Sahali; Ardhia Pramesti Regitha M Ardhia; Kurnia Rahmadani
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8710

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pengeluaran pemerintah sektor pendidikan dan kesehatan, serta ketimpangan pendapatan terhadap Indeks Kebahagiaan di 33 provinsi di Indonesia. Studi menggunakan data pooled cross-section tahun 2017 dan 2021 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS). Hasil estimasi menunjukkan bahwa IPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Kebahagiaan, mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas pembangunan manusia secara langsung meningkatkan kesejahteraan subjektif masyarakat. Sebaliknya, pengeluaran pemerintah untuk sektor pendidikan dan kesehatan berpengaruh negatif dan signifikan, yang mengindikasikan adanya potensi ketidakefisienan atau efek jeda waktu (lag effect) dalam realisasi manfaat belanja publik terhadap kebahagiaan. Ketimpangan pendapatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara statistik. Nilai R² sebesar 0,3117 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 31,17% variasi kebahagiaan antarprovinsi. Temuan ini menegaskan pentingnya pembangunan manusia sebagai determinan utama kesejahteraan subjektif serta perlunya evaluasi efektivitas belanja publik dalam kerangka pembangunan inklusif. This study analyzes the influence of the Human Development Index (HDI), government expenditure in the education and health sectors, and income inequality on the Happiness Index across 33 provinces in Indonesia. The study employs pooled cross-sectional data from 2017 and 2021 obtained from Statistics Indonesia (BPS). The analysis was conducted using multiple linear regression with the Ordinary Least Squares (OLS) approach. The estimation results indicate that HDI has a positive and statistically significant effect on the Happiness Index, suggesting that improvements in human development quality directly enhance subjective well-being. In contrast, government expenditure in the education and health sectors shows a negative and significant effect, indicating potential inefficiencies or a lag effect in translating public spending into improvements in happiness. Income inequality does not demonstrate a statistically significant effect. The R² value of 0.3117 indicates that the model explains 31.17% of the variation in interprovincial happiness levels. These findings emphasize the importance of human development as a key determinant of subjective well-being and highlight the need to evaluate the effectiveness of public spending within an inclusive development framework.