Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asosiasi Antarjenis Pohon Dominan sebagai Indikator Stabilitas Komunitas Hutan Adat Montong Gedeng, Lombok Utara Niechi Valentino; Nurul Chaerani; Andrie Ridzki Prasetyo; M. Adhi Putra Firmansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/5g85gk03

Abstract

Hutan adat merupakan salah satu bentuk pengelolaan sumber daya berbasis kearifan lokal yang berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dan stabilitas ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pohon dominan, menganalisis pola asosiasi antarjenis dominan, serta mengevaluasi implikasinya terhadap stabilitas komunitas vegetasi di Hutan Adat Montong Gedeng, Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Penelitian dilaksanakan pada kawasan seluas 84 ha menggunakan metode systematic sampling with random start dengan intensitas sampling 1%, sehingga diperoleh 21 petak ukur. Data vegetasi dianalisis menggunakan Indeks Nilai Penting (INP), sedangkan asosiasi antarjenis dianalisis menggunakan tabel kontingensi 2×2 dan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 16 jenis pohon dari 13 famili dengan lima jenis dominan utama, yaitu Schleichera oleosa (137,4%), Schoutenia ovata (60,1%), Tamarindus indica (31,5%), Ziziphus mauritiana (25,1%), dan Streblus asper (10,1%). Analisis asosiasi menunjukkan adanya lima pasangan jenis dengan asosiasi positif dan signifikan, yaitu Schleichera oleosa–Schoutenia ovata, Schleichera oleosa–Tamarindus indica, Schleichera oleosa–Ziziphus mauritiana, Schoutenia ovata–Ziziphus mauritiana, serta Tamarindus indica–Ziziphus mauritiana. Dominansi Schleichera oleosa yang disertai asosiasi positif dengan beberapa spesies utama mengindikasikan terbentuknya kelompok inti penyusun komunitas yang berkontribusi terhadap stabilitas vegetasi. Komposisi spesies dominan yang didominasi oleh jenis-jenis toleran kekeringan menunjukkan bahwa Hutan Adat Montong Gedeng masih mempertahankan karakteristik khas hutan musim tropis dataran rendah. Hasil penelitian menegaskan pentingnya pengelolaan berbasis kearifan lokal dalam mempertahankan struktur komunitas, stabilitas ekosistem, dan fungsi konservasi hutan adat.
Struktur Vegetasi, Regenerasi Alami, dan Spesies Inti sebagai Indikator Fungsi Refugia Hutan Adat Montong Gedeng pada Lansekap Hutan Musim Dataran Rendah Niechi Valentino; Andrie Ridzki Prasetyo; Rato Silamon Firdaus; Nurul Chaerani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rm4mpc45

Abstract

Hutan musim tropis dataran rendah merupakan salah satu ekosistem yang paling terancam akibat konversi lahan, fragmentasi habitat, dan perubahan penggunaan lahan yang menyebabkan penurunan biodiversitas serta degradasi fungsi ekologis. Dalam konteks konservasi, habitat yang mampu mempertahankan spesies dan proses ekologis penting di tengah tekanan lingkungan berpotensi berfungsi sebagai refugia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi fungsi refugia Hutan Adat Montong Gedeng, Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, berdasarkan struktur vegetasi, regenerasi alami, dan keberadaan spesies inti penyusun hutan musim tropis dataran rendah. Penelitian dilakukan pada kawasan seluas 84 ha menggunakan metode systematic sampling with random start dengan intensitas sampling 1% sehingga diperoleh 21 petak ukur. Analisis vegetasi meliputi Indeks Nilai Penting (INP), indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H'), indeks kemerataan (E'), indeks kekayaan jenis Margalef (R'), analisis regenerasi alami, dan identifikasi spesies inti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas vegetasi memiliki keanekaragaman sedang (H' = 1,59–1,93), kemerataan relatif tinggi (E' = 0,66–0,84), dan kekayaan jenis sedang (R' = 1,35–2,34), serta ditemukan vegetasi pada seluruh tingkat pertumbuhan. Lima spesies menunjukkan regenerasi kontinu, yaitu Schleichera oleosa, Schoutenia ovata, Streblus asper, Tamarindus indica, dan Vatica bantamensis. Analisis dominansi dan regenerasi mengidentifikasi lima spesies inti yang mendominasi komunitas vegetasi. Temuan ini menunjukkan bahwa Hutan Adat Montong Gedeng memiliki karakteristik ekologis yang mendukung potensinya sebagai refugia bagi vegetasi hutan musim tropis dataran rendah di Pulau Lombok.