Mada Ilham Bawono Mada Ilham Bawono
Dadi Keluarga Purwokerto General Hospital, Purwokerto, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbaikan Perfusi setelah Pemasangan Stent Arteri pada Vaskulitis Akibat Penyakit Autoimun yang Diduga Sjögren Mada Ilham Bawono Mada Ilham Bawono; Arif Prasetyo Utomo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v6i1.1340

Abstract

Penyakit Sjögren (SS) merupakan penyakit autoimun kronis yang dapat menyebabkan komplikasi vaskular serius, termasuk vaskulitis. Meskipun kondisi ini relatif jarang dilaporkan, terutama pada kasus dengan manifestasi vaskular tanpa gejala glandular khas, terapi konvensional seperti imunoterapi dan revaskularisasi medis sering kali tidak memberikan perbaikan signifikan. Laporan ini bertujuan untuk menggambarkan perbaikan perfusi perifer setelah pemasangan stent arteri pada pasien dengan vaskulitis yang diduga akibat penyakit Sjögren. Seorang pria berusia 42 tahun datang dengan keluhan nyeri pada kaki kiri bagian distal yang berlangsung lebih dari satu tahun. Pemeriksaan angiografi menunjukkan stenosis arteri akibat vaskulitis, dan hasil laboratorium menunjukkan antibodi antinuklear positif dengan temuan serologis mendukung diagnosis Sjögren. Meskipun terapi imunosupresif dan revaskularisasi medis telah diberikan, gejala tetap bertahan, dan akhirnya dilakukan pemasangan stent arteri. Setelah prosedur, terjadi peningkatan aliran darah perifer dan perbaikan gejala nyeri, meskipun masih terdapat sedikit penyempitan pada segmen distal. Kasus ini menunjukkan bahwa stenting arteri bisa menjadi terapi tambahan bagi vaskulitis akibat Sjögren yang tidak merespon terapi konvensional. Penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan tindak lanjut jangka panjang diperlukan untuk menilai efektivitas dan keamanan prosedur ini.