Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komunikasi Digital untuk Organisasi Siswa: Optimalisasi Media Sosial dalam Kegiatan OSIS Lakna Tulas Un
Jurnal Pengabdian Negeri Vol. 2 No. 3 (2025): September, 2025
Publisher : CV. Austronesia Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69812/jpn.v2i3.167

Abstract

Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 2 Mranggen menghadapi kendala dalam mengelola komunikasi organisasi, khususnya pemanfaatan media sosial yang selama ini lebih banyak digunakan untuk kepentingan pribadi sehingga informasi kegiatan tidak tersampaikan secara efektif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan komunikasi digital pengurus OSIS melalui optimalisasi media sosial sebagai sarana komunikasi organisasi. Metode yang digunakan meliputi pelatihan partisipatif, ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi produksi konten, serta pendampingan implementasi strategi komunikasi digital. Sebanyak 36 peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tahapan pre–test dan post–test untuk mengukur efektivitas program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan, dari 22,2% peserta yang memahami strategi komunikasi digital sebelum pelatihan menjadi 80,5% setelah pelatihan, dengan capaian berupa kemampuan menyusun rencana konten, membuat materi visual (poster dan video pendek), serta menulis caption informatif dan persuasif. Selain itu, peserta juga mampu memanfaatkan media sosial untuk membangun citra positif organisasi di hadapan audiens internal maupun eksternal. Kesimpulan dari program ini adalah pelatihan komunikasi digital terbukti efektif membekali pengurus OSIS dengan keterampilan strategis dalam pengelolaan media sosial, yang tidak hanya meningkatkan efektivitas komunikasi organisasi, tetapi juga memperluas jangkauan informasi kegiatan dan menumbuhkan budaya literasi digital di kalangan siswa.
Saring Sebelum Sharing: Peran Fatayat Nahdlatul Ulama dalam Melawan Hoax Lakna Tulas Un
Jurnal Pengabdian Negeri Vol. 3 No. 1 (2026): Maret, 2026
Publisher : CV. Austronesia Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69812/jpn.v3i1.226

Abstract

Maraknya penyebaran informasi palsu (hoax) pada ruang digital menjadi tantangan serius dalam kehidupan sosial masyarakat, khususnya kelompok pengguna aktif media sosial. Anggota Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) yang beranggota golongan ibu–ibu merupakan kelompok strategis sekaligus rentan terhadap paparan hoax, mengingat tingginya itensitas penggunaan media digital, seperti: WhatsApp, Instagram dan Facebook dalam aktivitas kesehariannya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta memperkuat peran ibu Fatayat NU sebagai agen literasi dalam melawan penyebaran hoax melalui penerapan prinsip ‘saring sebelum sharing.’ Pengabdian ini dilaksanakan bekerja sama dengan Fatayat NU Pengurus Anak Cabang (PAC) Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah dengan melibatkan sebayak 29 peserta. Metode pelaksanaan kegiatan, meliputi: penyampaian materi secara komunikatif, diskusi interaktif serta pemaparan studi kasus hoax dan non–hoax yang dekat dengan pengalaman keseharian peserta. Materi disampaikan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan kontekstual, namun tetap berlandaskan pada konsep–konsep dasar Ilmu Komunikasi, seperti literasi digital, etika bermedia serta prinsip tabayyun dalam komunikasi digital.  Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait karakteristik hoax, pentingnya verifikasi sumber infirmasi serta dampak negatif penyebaran hoax bagi keluarga dan lingkungan sosial. Selain itu, peserta menunjukkan kesadaran yang lebih krisis dan reflektif dalam menerima serta membagikan informasi pada ruang digital. Kegiatan tersebut juga memperkuat peran strategis anggota Fatayat NU sebagai agen perubahan dalam membangun budaya komunikasi digital yang bijak, kritis dan bertanggungjawab pada lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, program pengabdian dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan hoax berbasis komunitas melalui pendekatan komunikasi yang edukatif dan partisipatif.