Ambo Asse
Universitas Terbuka

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi dan Perannya dalam Keguyuban Masyarakat Kesenian Bregodo di Yogyakarta Ambo Asse; Andi Nurlela
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 3 No 3 (2026): (July) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/kp2jg613

Abstract

Indonesia dikenal memiliki keragaman budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat di setiap daerah sementara perkembangan globalisasi dan modernisasi menghadirkan perubahan yang mendorong perlunya berbagai upaya agar budaya tradisional tetap mampu bertahan serta diterima oleh masyarakat masa kini. Salah satu bentuk perubahan tersebut tampak pada kesenian Bregodo Kyai Pancas di Padukuhan Kleben–Mancasan Desa Pandowoharjo Kabupaten Sleman yang mengalami penyesuaian tanpa meninggalkan nilai budaya yang melekat. Kajian ini bertujuan menganalisis proses transformasi kesenian Bregodo Kyai Pancas sekaligus mengkaji perannya dalam memperkuat paguyuban masyarakat di Yogyakarta. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui observasi wawancara mendalam dan dokumentasi sedangkan pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan melibatkan tiga narasumber yang terdiri atas pengurus Bregodo Kyai Pancas ketua SBMK yang juga merupakan anggota aktif bregodo serta Kepala Dukuh Padukuhan Kleben–Mancasan sebagai tokoh masyarakat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Bregodo Kyai Pancas telah mengalami perubahan fungsi dari lambang keprajuritan menjadi media pelestarian budaya pembentukan karakter dan penguatan identitas lokal sementara keberadaannya juga mampu mempererat hubungan sosial melalui latihan bersama kirab budaya dan ziarah makam leluhur yang memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Nilai kedisiplinan gotong royong solidaritas serta religiusitas tetap menjadi makna utama yang dipertahankan dalam setiap aktivitas kesenian tersebut meskipun proses regenerasi anggota masih menghadapi kendala akibat tingginya mobilitas penduduk dan pengaruh modernisasi. Dukungan masyarakat serta keterlibatan generasi muda memberikan peluang bagi keberlanjutan kesenian ini sehingga transformasi yang terjadi tidak menghilangkan nilai tradisional melainkan memperluas fungsi budaya sebagai sarana menjaga warisan lokal sekaligus memperkokoh paguyuban dan solidaritas masyarakat di Yogyakarta.