Kesenjangan literasi digitial di abad ke-21 ini sangat besar antara Kota dan Kabupaten yang berakibat terhadap tantangan serius dalam mewujudkan kemampuan adaptif siswa yang berakarakter. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital guru-guru di SMA 1 Sidamanik, Kabupaten Simalungun melalui implementasi literasi digital yang diintegrasikan dengan kearifan lokal Sapanganbei Manoktok Hitei serta penerapan pendekatan Deep Learning. Kegiatan PkM ini dilaksanakan selama 3 tiga hari (19-21 Maret 2026) dan diikuti oleh kepala sekolah dan jajarannya serta guru-guru dari berbagai bidang studi sejumlah 50 orang. Metode pelaksanaan terbagi menjadi tiga tahap yakni (1) sosialisasi konsep literasi digital dan relevansinya dengan nilai budaya lokal; (2) pelatihan teknis penggunaan aplikasi pembelajaran digital berbasis Android seperti Articulate Storyline, Kahoot, Quizizz, Google Classroom, dan Avnet Learning Website; serta (3) penerapan langsung dalam simulasi kelas virtual. Dosen Tim Pengabdi terdiri dari delapan dosen dengan latar belakang keilmuan yang beragam, mulai dari ilmu computer hingga pendidikan Matematika dan Bahasa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi digital guru, dengan rata-rata penguasaan aplikasi mencapai 80%, terutama pada Google Classroom (90%) dan Articulate Storyline (80%). Selain itu, sebanyak 60% guru berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Sapanganbei Manoktok Hitei – seperti kebersamaan, saling menghargai dan kebijaksanaan dalam berteknologi – ke dalam rencana pembelajaran mereka. Dampaknya, partisipasi aktif siswa dalam proses belajara meningkat hingga 91,7%. Dapat disimpulkan bahwa integrasi literasi digital berbasis kearifan lokal efektif tidak hanya dalam meningkatkan keterampilan teknis guru, tetapi juga dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna, kontekstual dan berkarakter.