Literasi media, kesetaraan gender, dan kesadaran ekologis umumnya ditangani sebagai program pengabdian yang terpisah, padahal ketiganya berakar dari persoalan yang saling terkait dan jarang diintegrasikan sekaligus, terutama di jenjang madrasah ibtidaiyah dengan keterbatasan infrastruktur teknologi. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan dan menguji model pembelajaran terintegrasi berbasis Virtual Reality (VR) yang menautkan literasi media, kesetaraan gender, dan literasi ekologis bagi guru dan siswa MI Muhammadiyah 08 Bango Lamongan, Kabupaten Lamongan. Sasaran kegiatan adalah 25 siswa dan 10 guru. Metode pelaksanaan menggunakan Participatory Action Learning System (PALS) yang terdiri atas delapan tahap, yaitu analisis kebutuhan, pretest literasi media, pelatihan gender dan ekologi, praktik Virtual Reality, diskusi kelompok reflektif, pendampingan berkelanjutan, posttest, dan evaluasi program, didukung instrumen observasi, pedoman wawancara, dan lembar pretest-posttest yang divalidasi secara isi bersama guru. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterlibatan aktif dan kepercayaan diri siswa dalam praktik VR dibandingkan metode ceramah, tumbuhnya keberanian siswa mempertanyakan pembagian peran gender yang selama ini dianggap wajar, serta peningkatan efikasi diri guru dalam mengadopsi teknologi pembelajaran baru setelah mendapat pendampingan praktik langsung. Kegiatan ini menghasilkan modul literasi media tematik lintas mata pelajaran, konten VR bertema gender dan ekologi, panduan replikasi model pembelajaran, materi kampanye digital sekolah, dan naskah artikel ilmiah. Temuan ini berimplikasi pada perlunya pendidikan dasar Islam mengintegrasikan literasi digital, kesetaraan gender, dan pendidikan ekologis secara terpadu, serta menegaskan bahwa madrasah dengan sumber daya terbatas tetap dapat menjadi ruang inovasi pembelajaran apabila intervensi teknologi dirancang partisipatif dan bertahap.