Prima Dian Furqoni
Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Promosi kesehatan melalui asuhan keperawatan pada pasien stroke dengan gangguan citra tubuh Julia Tri Utami; Prima Dian Furqoni; Triyoso Triyoso
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 5 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i5.3710

Abstract

Background: Body image disturbance is a feeling of dissatisfaction with one's body structure, shape, and function because they do not align with personal desires. This condition can affect individuals who have suffered a stroke. Data from the 2019 Basic Health Research (Riskesdas) indicate that the prevalence of stroke among the Indonesian population aged over 15 years was 7 per 1,000 people, showing an increase from the 2018 figure of 10.9 per 1,000 people. Purpose; To describe the nursing care provided for body image disturbance in stroke patients, specifically utilizing body image promotion interventions. Method: This activity involved nursing care delivered via a case study approach, conducted from May 21 to May 26, 2026, in Sukajaya Lempasing Village. The participants were two stroke patients experiencing body image disturbance. Key interventions included assessing patient responses, providing psychosocial support, and implementing appropriate, progressive rehabilitative physical exercises. Body image disturbance was assessed using the Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire (MBSRQ). Evaluation was conducted through observation, and findings are presented descriptively to illustrate the outcomes of the nursing care provided to patients with body image disturbance. Results: The findings indicate that the patient's score on the body image disturbance assessment questionnaire was 70 points prior to the intervention and rose to 112 points following the intervention. Psychological improvement was also evident, as the patient accepted their current condition and recognized positive aspects of their body after six days of nursing care. Conclusion: The nursing care provided revealed that the patient held a negative self-perception—stemming from the loss of certain bodily functions and reduced muscle strength—resulting in a body image disturbance. Nursing interventions tailored to the accurate identification of the patient's body image disturbance proved highly effective in motivating a shift in perception, thereby fostering psychological well-being. Suggestion: Family support is essential in consistently motivating the patient to maintain a positive mindset; this facilitates the patient's adjustment and adaptation to the changes they are experiencing. Future research could expand upon this study by investigating nursing care for self-concept disturbances and low self-esteem in stroke patients. Keywords: Body image disturbance; Nursing care; Self-concept; Stroke Pendahuluan: Gangguan citra tubuh adalah perasaan tidak puas terhadap struktur, bentuk dan fungsi karena tidak sesuai dengan yang di inginkan. Hal ini bisa terjadi pada seseorang yang mengalami penyakit stroke. Berdasarkan hasil Riset Data Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2019 menunjukkan prevalensi stroke di Indonesia pada penduduk usia >15 tahun sebesar 7% per 1000 penduduk dan terjadi peningkatan pada tahun 2018 menjadi 10.9% per 1000 penduduk. Tujuan: Untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan gangguan citra tubuh pada pasien stroke dengan intervensi promosi citra tubuh. Metode: Kegiatan ini merupakan asuhan keperawatan dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada bulan pada tanggal 21 Mei 2026 sampai 26 Mei 2026 di Desa Sukajaya Lempasing. Responden dalam kegiatan ini adalah 2 orang pasien stroke yang mengalami gangguan citra tubuh. Tindakan utamanya meliputi identifikasi respon pasien, dukungan psikososial, dan latihan fisik rehabilitatif yang sesuai secara bertahap. Penilaian gangguan citra tubuh menggunakan multidimentional body self realtions questionare (MBSRQ). Evaluasi dilakukan melalui observasi dan disajikan secara deskriptif untuk memberikan gambaran dari pencapaian asuhan keperawatan terhadap pasien dengan gangguan citra tubuh. Hasil: Menunjukkan bahwa kemampuan pasien gangguan citra tubuh sebelum intervensi mendapatkan hasil penilaian kuesioner sebesar 70 poin dan menjadi sebesar 112 poin setelah dilakukan intervensi. Peningkatan secara psikologis juga menunjukkan bahwa pasien sudah menerima kondisinya saat ini dan mengetahui aspek positif yang masih ia miliki mengenai tubuhnya setelah dilakukan 6 hari pelaksanaan asuhan keperawatan. Simpulan: Kegiatan asuhan keperawatan yang dilakukan pada pasien menemukan terjadinya persepsi negatif terhadap dirinya yang diakibatkan oleh menurunnya fungsi sebagian organ tubuh dan penurunan kekuatan otot sehingga pasien mengalami gangguan citra tubuh. Intervensi dengan asuhan keperawatan yang sesuai dengan ketepatan identifikasi masalah gangguan citra tubuh pada pasien akan sangat efektif memberikan motivasi perubahan persepsi pasien yang berdampak terhadap perbaikan mental psikologis. Saran: Diharapkan kepada dukungan keluarga untuk selalu memberikan motivasi pada pasien dengan pola pikir positif sehingga penyesuaian diri pasien dengan gangguan citra diri semakin mudah untuk melakukan adaptasi terhadap setiap adanya perubahan yang di alami. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian lebih lanjut mengenai asuhan keperawatan tentang gangguan konsep diri dan harga diri rendah pada pasien stroke sebagai pengembangan dari penelitian ini.