Dewi Kusumaningsih
Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi pengetahuan keluarga melalui pendidikan kesehatan sebagai upaya pencegahan pada pasien risiko jatuh Nida Nafisah; Dewi Kusumaningsih; M. Ricko Gunawan
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 5 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i5.3833

Abstract

Background: Falls are a common patient safety incident in hospitals that can lead to injury, prolonged hospital stays, and even death. A lack of family knowledge regarding fall prevention measures can increase the incidence of falls during the course of care. Health education using leaflets is one strategy to improve family knowledge on preventing falls. Purpose: To provide education to families in order to optimize their knowledge regarding nursing care for fall prevention. Method: The activity was conducted from May 22–24, 2026, in the Nuwo Wawai Internal Medicine Ward (4th Floor) at General Hospital (RSUD) Jenderal Ahmad Yani Metro. The study population consisted of 212 family members accompanying patients at risk of falling. Using a non-probability sampling technique, 30 respondents family members actively involved in patient care were selected. Respondents' knowledge and understanding were measured using a one-group pretest-posttest design, utilizing questionnaires administered before (pretest) and after (posttest) the educational activity. Evaluation involved statistical data analysis and descriptive reporting to illustrate the distribution of knowledge levels before and after the health education session on fall prevention measures. Results: The study showed that the mean age of respondents was 32.9 years, with the majority (17 respondents; 56.7%) falling within the 26–35 age range. Regarding gender, 14 respondents (46.7%) were male and 16 (53.3%) were female. The most common level of education was high school (10 respondents; 33.3%), and the majority of respondents were manual laborers (16 respondents; 53.3%). The mean family knowledge score was 7.27 ± 1.865 points prior to health education and increased to 9.73 ± 1.982 points afterward. The paired sample t-test yielded a p-value of <0.000 (<0.05). Conclusion: This activity demonstrates that health education using leaflets effectively increases family knowledge regarding fall prevention for at-risk patients. This improvement indicates that leaflet-based health education is a viable strategy for enhancing family involvement in ensuring patient safety and preventing falls during hospitalization. Suggestion: Hospitals are encouraged to implement structured and continuous health education for patients' families regarding fall prevention. Education should commence upon admission, utilizing easily understood materials such as leaflets, posters, or audiovisual media to enable families to play an active role in maintaining patient safety throughout the course of treatment. Keywords: Fall risk; Family support; Patient safety; Prevention Pendahuluan: Risiko jatuh merupakan salah satu insiden keselamatan pasien yang sering terjadi di Rumah Sakit dan dapat menyebabkan cedera, peningkatan lama rawat, bahkan kematian. Kurangnya pengetahuan keluarga mengenai upaya pencegahan pasien risiko jatuh dapat meningkatkan kejadian jatuh selama proses perawatan. Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam mencegah risiko jatuh. Tujuan: Untuk memberikan edukasi pada keluarga sebagai upaya optimalisasi pengetahuan asuhan keperawatan pencegahan pasien risiko jatuh. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 22–24 Mei 2026 di Ruang Penyakit Dalam Nuwo Wawai Lantai 4 RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga pasien yang mendampingi pasien risiko jatuh sebanyak 212 orang. Dengan menggunakan teknik non-probability sampling mendapatkan 30 responden yang merupakan keluarga yang sedang melakukan asuhan keperawatan pasien. Pengukuran tingkat pengetahuan dan pemahaman responden dilakukan dengan pendekatan one group pretest and posttest design menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah kegiatan edukasi (posttest). Evaluasi dilakukan dengan menganalisis data dengan statistik dan disampaikan secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan pendidikan kesehatan mengenai upaya pencegahan pasien risiko jatuh. Hasil: Menunjukkan bahwa usia rata-rata responden adalah 32.9 tahun dan mayoritas berada direntang usia 26-35 tahun yaitu sebanyak 17 responden (56.7%). Untuk jenis kelamin responden sebanyak 14 responden (46.7%) adalah laki-laki dan sebanyak 16 responden (53.3%) adalah perempuan. Sebagian besar tingkat pendidikan responden adalah Sekolah Menengah Atas yaitu sebanyak 10 responden (33.3%), sedangkan status pekerjaan responden adalah sebagian besar sebagai buruh yaitu sebanyak 16 responden (53.3%). Rata-rata pengetahuan keluarga sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 7.27±1.865 poin dan meningkat menjadi 9.73±1.982 poin setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil paired sample t-test menunjukkan nilai p-value<0.000 (<0.05). Simpulan: Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan keluarga mengenai upaya pencegahan pasien risiko jatuh. Peningkatan pengetahuan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan melalui media leaflet dapat menjadi salah satu strategi edukasi yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan keluarga dalam menjaga keselamatan pasien dan mencegah terjadinya insiden pasien jatuh selama menjalani perawatan di Rumah Sakit. Saran: Kepada pihak Rumah Sakit diharapkan dapat meningkatkan pelaksanaan pendidikan kesehatan secara terstruktur dan berkelanjutan kepada keluarga pasien mengenai upaya pencegahan pasien risiko jatuh. Edukasi dapat dilakukan sejak awal pasien masuk ruang perawatan dengan memanfaatkan media edukasi yang mudah dipahami, seperti leaflet, poster, maupun media audiovisual, sehingga keluarga dapat berperan aktif dalam menjaga keselamatan pasien selama menjalani perawatan.