M. Radi Pratama
STIKes Permata Nusantara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan remaja putri dengan edukasi nutrisi pencegahan anemia melalui media e-leaflet Sri Kurnia Dewi; M. Dodik Prasetyo; Dini Justian; Dhinny Novriyanti; M. Radi Pratama
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 5 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i5.3921

Abstract

Background: Anemia is a condition in which the red blood cell count or the concentration of hemoglobin (Hb) the oxygen-carrying component of blood is insufficient to meet the body's physiological needs. Empowering adolescents through nutrition education aimed at anemia prevention plays a crucial role in reducing the incidence of anemia among adolescent girls. Implementation can be achieved through various methods, including direct health promotion, social media, e-leaflets, and other media. Purpose: To improve adolescent girls' understanding and knowledge regarding nutrition for anemia prevention using e-leaflets. Method: This community service activity consisted of interactive education on nutrition and anemia for adolescent girls. The activity took place on Monday, July 20, 2026, at the MTs Manarulhuda Cianjur Hall, involving 147 female students as respondents and four students from STIKes Permata Nusantara. The educational session was conducted through lectures and interactive discussions supported by e-leaflets. Respondent knowledge and understanding were measured using a one-group pretest-posttest design, utilizing questionnaires administered before (pretest) and after (posttest) the educational activity. Evaluation involved data analysis and descriptive reporting to illustrate the distribution of respondents' knowledge levels before and after the health education session. An observational evaluation also served as a final assessment of the activity's achievements, alongside providing guidance to the school on delivering initial interventions to prevent anemia and its consequences. Results: The majority of respondents were 13 years old (n=83; 56.5%). Regarding knowledge levels concerning nutrition and anemia, there was a proportional increase in the "good" knowledge category, rising from 14.3% to 67.3%. Conclusion: Nutrition education aimed at anemia prevention, delivered via e-leaflets, proved effective in enhancing adolescent girls' knowledge regarding nutrition for anemia prevention. This increase in knowledge is expected to raise awareness and foster anemia-prevention behaviors, thereby contributing to efforts to reduce the risk of stunting in future generations. Suggestion: It is recommended that this activity be continued sustainably through collaboration with various stakeholders, such as school organizations, Community Health Centers (Puskesmas), and relevant health agencies. Periodic education is expected to maintain and further improve the knowledge, attitudes, and behaviors of adolescent girls regarding anemia prevention, ensuring the program's benefits are sustained over the long term. Keywords: Adolescent girls; Anemia; E-leaflet; Health education; Nutrition Pendahuluan: Anemia merupakan suatu keadaan ketika jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah hemoglobin (Hb) tidak mencukupi untuk kebutuhan fisiologis tubuh. Pemberdayaan remaja terkait edukasi nutrisi pencegahan anemia, merupakan salah satu aspek yang memegang peranan penting dalam mengurangi kejadian anemia di kalangan remaja putri. Dalam pelaksanaannya dapat dilakukan dengan berbagai metode, diantaranya dengan promosi kesehatan secara langsung, penggunaan media sosial penggunaan media e-leaflet dan media yang lainnya Tujuan: Untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan remaja putri tentang nutrisi dalam pencegahan anemia dengan media e-leaflet. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah edukasi interaktif mengenai nutrisi dan anemia pada remaja putri. Kegiatan dilaksanakan pada hari senin 20 Juli 2026 di Aula MTS Manarulhuda Cianjur. Melibatkan 147 siswi untuk menjadi responden dan 4 mahasiswa dari STIKes Permata Nusantara. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah dan diskusi interaktif yang didukung dengan media e-leaflet. Pengukuran tingkat pengetahuan dan pemahaman responden dilakukan dengan pendekatan one group pretest and posttest design menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah kegiatan edukasi (posttest). Evaluasi dilakukan dengan menganalisis data dan disampaikan secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi tingkat pengetahuan responden antara sebelum dan sesudah kegiatan pendidikan kesehatan. Evaluasi berdasarkan observasi juga dilakukan sebagai penilaian akhir dari pencapaian kegiatan dengan pendampingan terhadap pihak sekolah untuk dapat memberikan penanganan awal dalam mencegah terjadinya anemia dan dampaknya. Hasil: Menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 13 tahun yaitu 83 responden (56.5%). Sedangkan untuk tingkat pengetahuan responden tentang nutrisi dan anemia menunjukkan adanya peningkatan secara proporsional pengetahuan kategori baik dari sebesar 14.3% menjadi sebesar 67.3%. Simpulan: Kegiatan edukasi nutrisi pencegahan anemia yang disampaikan melalui media e-leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang nutrisi pencegahan anemia. Peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan prilaku pencegahan anemia dan memberikan kontribusi dalam upaya penurunan risiko terjadinya stunting pada generasi mendatang. Saran: Agar kegiatan ini terus ditindak lanjuti secara berkesinambungan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti organisasi sekolah, Puskesmas dan instansi kesehatan terkait. Edukasi yang dilakukan secara berkala diharapkan mampu mempertahankan serta meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku remaja putri dalam mencegah anemia sehingga manfaat program dapat berlangsung secara berkelanjutan.