Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, sehingga kesiapsiagaan relawan menjadi sangat penting, termasuk kemampuan melakukan Triage START (Simple Triage And Rapid Treatment). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keterampilan Triage START melalui simulasi dengan kesiapsiagaan pra bencana anggota Germapena Universitas Muhammadiyah Jember. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasi dengan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh anggota Germapena Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember sebanyak 38 orang dengan teknik Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang terdiri dari 8 item untuk masing-masing variabel. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anggota Germapena memiliki keterampilan Triage START dalam kategori terampil (92,1%) dan kesiapsiagaan pra bencana dalam kategori siap (94,7%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,028 (p < 0,05) dan nilai koefisien korelasi (r) = 0,356. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan Triage START melalui simulasi dengan kesiapsiagaan pra bencana anggota Germapena Universitas Muhammadiyah Jember. Implikasi keperawatan dari penelitian ini yaitu perlunya pelatihan dan simulasi Triage START yang terstruktur dan berkelanjutan di institusi pendidikan maupun fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan tenaga keperawatan dan relawan dalam menghadapi bencana.