Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Interaksi Sosial Dengan Penurunan Fungsi Kognitif Pada Lansia Di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember Gilang Ramadani I
National Multidisciplinary Sciences Vol. 5 No. 2 (2026): SIGMA 3
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan fungsi kognitif adalah salah satu isu kesehatan yang sering di alami oleh orang tua dan dapat berdampak pada kualitas hidup serta kemandirian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Salah satu elemen yang penting dalam mempertahankan fungsi kognitif adalah interaksi sosial. Interaksi sosial yang positif dapat memberikan rangsangan kognitif dan emosional yang mendukung keberlangsungan fungsi otak, sementara kurangnya interaksi sosial dapat memperbesar risiko penurunan fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan interaksi sosial dengan fungsi kognitif pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti terdiri dari 140 lansia yang tinggal di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember. Sampel penelitian sebanyak 103 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik non-probability sampling melalui pendekatan proportional sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur interaksi sosial dan instrumen pengukuran fungsi kognitif (Mini Mental State Examination). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi p = 0,007 (p < 0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,431 menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan korelasi sedang antara interaksi sosial dan fungsi kognitif pada lansia. Lansia yang memiliki interaksi sosial lebih baik cenderung memiliki fungsi kognitif yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi sosial berperan dalam mempertahankan fungsi kognitif lansia. Lansia diharapkan aktif mengikuti kegiatan sosial, sedangkan petugas kesehatan dan institusi pelayanan sosial perlu meningkatkan program stimulasi sosial dan kognitif secara berkelanjutan.