Masjid memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan Islam nonformal yang berfungsi meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat. Namun, pelaksanaan pengajian rutin di Masjid Baitur Rohim Kasri Bululawang masih didominasi metode ceramah satu arah sehingga partisipasi jamaah dan internalisasi nilai-nilai keagamaan belum berlangsung secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan melalui pendampingan Pengajian Rutin Ahad yang sistematis, partisipatif, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif (participatory approach) dengan melibatkan jamaah dan pengurus masjid sebagai mitra aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Pendampingan dilaksanakan melalui identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan pengurus masjid, penyampaian materi keislaman secara interaktif, diskusi, tanya jawab, refleksi, pendampingan praktik pengamalan ajaran Islam, monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model pendampingan partisipatif mampu meningkatkan keterlibatan jamaah dalam proses pembelajaran, ditandai dengan meningkatnya partisipasi dalam diskusi dan tanya jawab, bertambahnya pemahaman terhadap materi akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah, serta tumbuhnya kesadaran untuk mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain memberikan dampak positif bagi jamaah, program ini juga memperkuat kapasitas pengurus masjid dalam mengelola pengajian secara lebih komunikatif, terstruktur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pendampingan Pengajian Rutin Ahad berbasis pembelajaran partisipatif dapat menjadi model pembinaan keagamaan berbasis masjid yang efektif untuk memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pendidikan Islam dan pemberdayaan masyarakat.