Pendidikan agama Islam (PAI) menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era globalisasi akibat perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan penetrasi budaya global yang memengaruhi pola pikir serta perilaku generasi muda. Pembelajaran PAI yang cenderung formalistik dan berorientasi pada aspek kognitif dinilai belum sepenuhnya mampu menginternalisasikan nilai-nilai keislaman secara kontekstual dalam kehidupan peserta didik. Oleh karena itu, pendekatan kultural berbasis budaya lokal menjadi alternatif strategis dalam menciptakan pembelajaran agama yang lebih kontekstual dan relevan dengan realitas sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan kultural dalam pendidikan agama Islam berbasis budaya lokal, meliputi urgensi, relevansi, implementasi, kontribusi, dan tantangan penerapannya. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan analisis tematik terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional yang diperoleh dari database Google Scholar, Scopus, DOAJ, dan Garuda Kemdiktisaintek. Literatur yang dianalisis merupakan artikel terbitan tahun 2019–2026 yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan kultural memiliki relevansi tinggi dalam pendidikan agama Islam karena mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal sebagai sumber belajar kontekstual. Implementasi pendekatan ini dapat dilakukan melalui integrasi budaya lokal dalam materi pembelajaran, metode pembelajaran kontekstual, budaya sekolah religius, dan pengembangan media pembelajaran berbasis budaya lokal. Pendekatan kultural juga berkontribusi terhadap penguatan karakter religius, identitas budaya, dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, meskipun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi pendidik dan minimnya bahan ajar berbasis budaya lokal.