Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Kata Sifat dan Kata Kerja dalam Cerita Pendek “A Strangle Of Hope” Karya Shusi Essilent Amin Kristin Telaumbanua; Dewi Novita Sari Zebua; Diana Halawa; Ratna Telaumbanua; Noibe Halawa
Journal of Literature Language and Academic Studies Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jllans.v4i1.1412

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil pengamatan pada karya sastra berupa cerpen yang berjudul “Seuntai Harapan” karya Shusi Essilent. Fokus dalam penelitian ini adalah Adjektiva dan verba. Tujuan penelitian adjektiva dan verba pada cerpen “Seuntai Harapan” karya Shusi Essilent, karena adjektiva dan verba sangat penting untuk diketahui oleh setiap orang yang berkecimpung di dunia sastra. Hal ini juga dikhususkan untuk masyarakat awam yang terkadang tidak mampu membedakan adjektiva dan verba. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil identifikasi di atas, maka dapat diketahui bahwa jumlah ajektiva 32 dan verba berjumlah 34 pada cerpen “Seuntai Harapan” Shusi Essilent “
Analisis Leksikal Verba dan Adjektiva dalam Cerpen “Gubrak” Karya Seno Gumira Ajidarma Diki Mentris Gulo; Fourensi Paskahria Lase; Hestianti Juli Putri Gea; Priyon Ardi Nugroho Waruwu; Profan Gulo; Noibe Halawa
Journal of Literature Language and Academic Studies Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jllans.v4i1.1413

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan pada karya sastra berupa cerpen yang berjudul “Gubrak” karya Seno Gumira Ajidarma. Fokus dalam penelitian ini adalah frasa verba dan frasa adjektiva. Tujuan penelitian frasa verba dan frasa adjektiva pada cerpen “Gubrak” karya Seno Gumira Ajidarma, karena frasa verba dan frasa adjektiva sangat penting untuk diketahui oleh setiap orang yang berkecimpung di dunia sastra. Hal ini juga dikhususkan untuk masyarakat awam yang terkadang tidak mampu membedakan frasa verba dan frasa adjectiva. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil identifikasi di atas, maka dapat diketahui bahwa jumlah frasa verba dan frasa adjektiva pada cerpen “Gubrak” Karya Seno Gumira Ajidarma berjumlah 56 verba dan 50 adjektiva.
Analisis Gramatikal Unsur Kata Sifat dan Kata Kerja pada Cerita Pendek “Ini Tentang Saya” oleh Putu Ayub Awal Deswin Filtra Gulo; Desta Nataring Gea; Elvi Sri Ayu Gulo; Joiman Halawa; Yossephyn Trillady Illasya Zebua; Noibe Halawa
Journal of Literature Language and Academic Studies Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jllans.v4i1.1417

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil pengamatan pada karya sastra berupa cerpen yang berjudul  “Ini Tentang Aku” karya Putu Ayub. Fokus dalam penelitian ini adalah frasa verba dan frasa adjektiva. Tujuan penelitian frasa verba dan frasa adjektiva pada cerpen “Ini Tentang Aku” karya Putu Ayub, karena frasa verba dan frasa adjektiva sangat penting untuk diketahui oleh setiap orang yang berkecimpung di dunia sastra. Hal ini juga dikhususkan untuk masyarakat awam yang terkadang tidak mampu membedakan frasa verba dan frasa adjektiva. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil identifikasi di atas, maka dapat diketahui bahwa jumlah frasa verba dan frasa adjektiva pada cerpen “Ini Tentang Cinta" Karya Putu Ayub berjumlah 20 frasa (10 frasa verba dan  10 frasa adjektiva). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan pada karya sastra berupa cerpen yang berjudul "Ini Tentang Aku” karya Putu Ayub, dkk. Fokus dalam penelitian ini adalah frasa verba dan frasa adjektiva. Tujuan penelitian rasa verba dan frasa adjektiva pada cerpen “Ini Tentang Aku” karya Putu Ayub karena frasa verba dan frasa adjektiva sangat penting.
Analisis Frasa Verba dan Adjektiva Pada Cerpen “Badai yang Reda” Karya Fauzia A Ledi Mawarni Telaumbanua; Paulina Nariati Lase; Putri Jan Friska Zega; Shaila Mahfuza Aceh; Noibe Halawa
Journal of Literature Language and Academic Studies Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jllans.v4i1.1418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis verba dan adjektiva yang terdapat dalam cerpen “Badai yang Reda” karya Fauzia A. Klasifikasi verba dilakukan berdasarkan tiga aspek, yaitu perilaku semantis (verba perbuatan, proses, keadaan, dan pengalaman), perilaku sintaksis (verba transitif dan taktransitif), serta bentuk (verba asal dan verba turunan). Sementara itu, adjektiva diklasifikasikan berdasarkan kategori semantis, seperti adjektiva kualitas, warna, ukuran, keadaan, evaluatif, dan sebagainya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini kaya akan penggunaan verba dan adjektiva dengan fungsi yang mendukung kekuatan naratif serta penggambaran suasana dan emosi tokoh. Dengan demikian, analisis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian linguistik, khususnya dalam pemahaman dan pengajaran tata bahasa melalui karya sastra.
Analisis Frasa Verbal dan Frasa Adjektif dalam Cerita Pendek “Rumah Terkutuk” Karya Ummi Khurnia Farti Noibe Halawa; Aerani Calista Sintikhe Hia; Lely Marselina Waruwu; Rani Sastri Waruwu; Rosalia Gulo; Umbu Berkat Harefa
Journal of Literature Language and Academic Studies Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jllans.v4i1.1421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengindetifikasi dan mengklasifikasikan jenis verba dan adjektiva yang terdapat dalam cerpen “Rumah Terkutuk” Karya Ummi Khurnia Farti. Klasifikasi verba dilakukan berdasarkan tiga aspek, yaitu perilaku semantik (verba perbuatan, verba proses, verba keadaan, dan verba pengalaman), perilaku sintaksis (verba transiktif dan verba taktransitif), serta bentuk (verba asal dan verba turunan). Sementara itu adjektiva diklasifikasikan berdasarkan kategori semantis, seperti adjektiva kualitas, adjektiva warna, adjektiva ukuran, adjektiva keadaan, adjektiva evaluatif, dan sebagainya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini kaya akan penggunaan verba dan adjektiva dengan fungsi yang mendukung kekuatan naratif serta penggambaran suasana dan emosi tokoh. Penggolongan verba dan adjektiva ini tidak hanya memperlihatkan kedalaman struktur bahasa dalam cerpen, tetapi juga mencerminkan kompleksitas pengalaman dan perasaan tokoh utama. Dengan demikian, analisis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian linguistik, khususnya dalam pemahaman dan pengajaran tata bahasa melalui karya sastra.
Analisis Frasa Verba dan Frasa Adjektifa dalam Cerpen 'Dilema Nara' Karya Alya Khalisah Noibe Halawa; Friska Permata Gulo; Gabriel Delpiter Tafonao; Meliani Laoli; Mistariani Halawa; Riskiman Jaya Gulo
Journal of Literature Language and Academic Studies Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jllans.v4i2.1422

Abstract

Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk serta fungsi frasa verba dan frasa adjektiva dalam cerpen "Dilema Nara" karya Alya Khalisah. Cerita ini dipilih karena menyajikan konflik batin dan ekspresi emosional yang intens, sehingga menjadi dasar yang kaya untuk kajian linguistik, khususnya dalam ranah sintaksis dan stilistika. Metodologi - Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan landasan teori sintaksis, semantik, stilistika, dan pragmatik. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis dengan mengklasifikasikan bentuk struktural frasa, fungsi sintaktisnya dalam kalimat, serta makna kontekstual dan simbolisnya. Analisis difokuskan pada unsur mikrostruktur kebahasaan dalam narasi. Temuan - Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa verba banyak digunakan untuk mengekspresikan tindakan fisik maupun keadaan emosional tokoh utama, dengan fungsi utama sebagai predikat yang merefleksikan perubahan psikologis akibat tekanan keluarga dan sosial. Sementara itu, frasa adjektiva umumnya berfungsi sebagai pelengkap atau keterangan yang memperkuat suasana batin dan kondisi mental tokoh. Secara semantik dan stilistika, frasa-frasa tersebut bersifat konotatif dan simbolis, memperkaya makna naratif serta membangun kedekatan emosional dengan pembaca. Dari sisi pragmatik, teks ini juga memuat kritik sosial terhadap norma yang menstigmatisasi perempuan dan keluarga. Kebaruan - Penelitian ini menawarkan analisis linguistik mikrostruktur yang mendalam terhadap teks sastra, dengan penekanan pada lapisan simbolik dan ideologis dalam pilihan sintaksis. Kajian ini menjembatani bentuk kebahasaan dengan fungsi naratif sosial-emosional, serta berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas mengenai bagaimana bahasa membentuk makna sastra. Signifikansi - Penelitian ini bermanfaat bagi akademisi di bidang linguistik dan kajian sastra, pendidik yang ingin mengintegrasikan analisis linguistik dalam pembelajaran berbasis teks sastra, serta pembaca yang tertarik pada analisis wacana kritis. Kajian ini juga dapat menjadi rujukan bagi studi lanjutan yang mengeksplorasi keterkaitan antara sintaksis, emosi, dan kritik sosial dalam karya sastra.
Analisis Kata Sifat dan Kata Kerja pada Cerita Pendek “Pasir dan Batu” Karya Rora Rizki Fifin Masania Zendrato; Marta Anjeli Telaumbanua; Metaria Halawa; Jhon Ismail Zega; Charisman Hia; Noibe Halawa
Journal of Literature Language and Academic Studies Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jllans.v4i1.1425

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan pada karya sastra berupa cerpen yang berjudul “Antologi Pasir dan Batu” karya Rora Rizki, dkk. fokus dalam penelitian ini adalah Kata Verba dan Adjektifa. Tujuan penelitian Kata Verba dan Adjektifa pada cerpen “Antologi Pasir dan Batu” karya Rora Rizki, karena Kata Verba dan Adjektifa sangat penting untuk diketahui oleh setiap orang yang berkecimpung di dunia sastra. Hal ini juga dikhususkan untuk masyarakat awam yang terkadang tidak mampu membedakan Kata Verba dan Adjektifa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil identifikasi di atas, maka dapat diketahui bahwa Kata Verba dan Adjektifa pada cerpen “Pasir dan Batu” Karya Rora Rizki berjumlah lima halaman.
Mengurai Makna Lewat Kata: Telaah Verba dan Adjektiva dalam Cerpen 'Aku, Dia dan Mereka' Noibe Halawa; Ayu Febriana Hulu; Deslilin Daeli; Finis Noni Ersan Gulo; Masa Tektonik Wirawan Ziliwu; Silfiani Defar Sintine Lase
Journal of Literature Language and Academic Studies Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jllans.v4i2.1427

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi dan mendeskripsikan penggunaan verba dan adjektiva dalam cerpen “Aku, Dia dan Mereka” karya Putu Ayub, serta (2) menganalisis kategori gramatikal dan fungsi keduanya dalam membangun struktur naratif, penggambaran tokoh, serta dimensi sosial budaya dalam teks. Metodologi – Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data adalah cerpen “Aku, Dia dan Mereka”, dengan unit analisis berupa seluruh verba dan adjektiva yang terdapat dalam teks. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan membaca intensif, mencatat, dan menganalisis isi, kemudian diklasifikasikan berdasarkan kategori gramatikal dan fungsi naratifnya. Temuan – Hasil analisis menunjukkan terdapat 76 verba dan 29 adjektiva yang tersebar dalam narasi. Unsur-unsur kebahasaan ini memiliki peran penting dalam membentuk alur cerita, suasana emosional, dan karakter tokoh. Selain itu, verba dan adjektiva tersebut mencerminkan dimensi sosial dan budaya, antara lain: (1) merefleksikan kehidupan sosial, (2) mengangkat nilai-nilai budaya lokal, (3) menumbuhkan empati dan kesadaran sosial, (4) menggambarkan cara pandang masyarakat, dan (5) memperkenalkan peran dan kebiasaan tradisional. Cerpen ini juga memiliki dampak emosional, sosial, dan edukatif bagi pembaca. Kebaruan – Penelitian ini menawarkan kajian linguistik mendalam terhadap sebuah cerpen Indonesia kontemporer dengan fokus pada verba dan adjektiva sebagai elemen penting dalam ekspresi sastra. Kajian ini menunjukkan bagaimana unsur kebahasaan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat stilistika, tetapi juga sebagai media penyampai nilai budaya dan sosial. Signifikansi – Hasil penelitian ini bermanfaat bagi akademisi sastra, pendidik bahasa, mahasiswa, dan pembaca yang tertarik pada kajian bahasa dalam karya sastra serta relasinya dengan konstruksi makna dan nilai budaya dalam sastra Indonesia.