Manajemen pelayanan prima di sektor pendidikan, khususnya dalam bimbingan karir, sangat krusial untuk menjamin efektivitas persiapan siswa menuju perguruan tinggi. Namun, fluktuasi angka keterserapan alumni SMAN 4 Jember di perguruan tinggi periode 2024–2025 memunculkan adanya kesenjangan (gap) antara target pelayanan dengan implementasi di lapangan. Dokumentasi sekolah selama ini cenderung berfokus pada hasil akhir keterserapan alumni dan belum menyentuh evaluasi mendalam terhadap proses pelayanan konsultasi itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data serapan murid di perguruan tinggi melalui jalur SNBP tahun 2024–2026 serta mengevaluasi kualitas manajemen pelayanan prima yang diberikan oleh unit Bimbingan dan Konseling (BK) di SMAN 4 Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan penyebaran angket kepada siswa kelas XII yang masuk kriteria eligible. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah murid yang diterima melalui jalur SNBP relatif konstan dan stabil, yakni sebanyak 73 murid pada tahun 2024, 83 murid pada tahun 2025, dan 82 murid pada tahun 2026. Berdasarkan hasil analisis angket kepuasan, kualitas manajemen pelayanan konsultasi pendaftaran SNBP oleh guru BK SMAN 4 Jember telah memenuhi empat dimensi utama pelayanan publik dengan kualitas baik, meliputi akurasi informasi melalui sosialisasi, kesopanan dan kenyamanan dalam sesi konseling individual, serta tanggung jawab dalam memantau dan mengarahkan strategi pemilihan program studi berdasarkan rekam jejak alumni. Kata Kunci: Manajemen Pelayanan Prima, Bimbingan Karir, SNBP, Kualitas Pelayanan, SMAN 4 Jember.