Muhammad Zidan Bastoni
Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI MELALUI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BERBASIS KOTORAN KAMBING DI TAWANG REJO PONIMAN PONIMAN; Muhammad Zidan Bastoni; Maulidhia May Setiyawati
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v6i3.28004

Abstract

Pengabdian ini menawarkan kontribusi strategis dan kebaruan dalam pemberdayaan masyarakat petani melalui inovasi pembuatan pupuk organik berbasis kotoran kambing di Desa Tawang Rejo. Berbeda dari pendekatan konvensional yang hanya menekankan aspek produksi, penelitian ini mengintegrasikan transfer teknologi ramah lingkungan dengan model pelatihan partisipatif berbasis komunitas, sehingga meningkatkan kapabilitas petani secara holistik. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis intensif, pendampingan berkelanjutan, dan evaluasi berbasis capaian kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan, keterampilan, dan motivasi petani dalam mengelola limbah ternak menjadi pupuk organik berkualitas tinggi, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Novelty penelitian ini terletak pada optimalisasi pemanfaatan kotoran kambing yang selama ini kurang dimanfaatkan, dengan mengadaptasi proses fermentasi terkontrol yang disesuaikan dengan karakteristik lokal, serta penguatan kelembagaan petani melalui skema kolaboratif. Selain berdampak pada produktivitas pertanian dan perbaikan kualitas tanah, model pemberdayaan ini juga memperkuat kemandirian ekonomi dan ekosistem pertanian berkelanjutan di tingkat desa. Penelitian ini memberikan rujukan baru bagi pengembangan inovasi sosial-teknologi dalam sektor pertanian berbasis sumber daya lokal. Kata kunci: pemberdayaan petani, pupuk organik, kotoran kambing, inovasi komunitas, pertanian berkelanjutan, kebaruan