Sectio Caesarea adalah persalinan yang dilakukannya sayatan pada rahim depan perut. Berdasarkan data statistik World Health Organization (WHO,2021) penggunaan operasi caesar terus meningkat secara global terhitung lebih dari 1 dari 5 (21%) dari semua persalinan. Jumlah ini akan terus meningkat selama beberapa dekade mendatang, dengan hamper sepertiga (29%) dari semua kelahiran kemungkinan akan terjadi melalui operasi caesar. Pasien Sectio Caesarea mengalami kecemasan yang signifikan sebelum operasi, yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan emosional mereka. Kecemasan ini sering kali berhubungan dengan intimidasi tentang prosedur, risiko komplikasi, dan kekhawatiran terhadap kesejahteraan bayi.Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi SC (sectio caesarea). Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan uji rank spearman dengan hasil berupa Analisa univariat dan analisa bivariat. Teknik pengambilan menggunakan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling. Populasi pada penelitian ini adalah pasien yang melakukan operasi di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2024 sebanyak 377 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 88 responden. Berdasarkan uji kai kuadrat diperoleh nilai p-value (0,000) ≤ α (0,05), maka H0 ditolak. Disimpulkan ada hubungan Pendidikan dengan Kecemasan Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan dengan kecemasan dengan (p-value = 0,000 POR= 0,070 dan pengalaman operasi(p value = 0,0470 POR = 8,550) dengan kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea.