Di Indonesia, kejadian kanker payudara dilaporkan tinggi dan banyak pasien datang pada stadium lanjut, yang berhubungan dengan keterlambatan diagnosis. Keterlambatan ini diduga dipengaruhi oleh kompleksitas faktor risiko, rendahnya pengetahuan masyarakat, stigma budaya, serta hambatan akses dan fasilitas deteksi dini seperti mammografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gambaran kanker payudara di Indonesia, mengidentifikasi faktor epidemiologi dan risiko, serta menganalisis upaya menghadapi kanker payudara melalui deteksi dini dan pengurangan keterlambatan diagnosis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kepustakaan (literature review) berbasis deskriptif analitis. Literatur diperoleh dari berbagai database daring seperti PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, serta portal jurnal nasional terakreditasi. Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung Januari–Maret 2026. Kriteria inklusi meliputi artikel tahun 2006–2025, tersedia full-text, dan membahas epidemiologi, faktor risiko, deteksi dini, diagnosis, serta tantangan penanganan kanker payudara. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan tematik, lalu disintesis secara komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa etiologi kanker payudara bersifat multifaktorial, melibatkan faktor genetik, hormonal, lingkungan, dan kondisi reproduksi. Tantangan utama adalah keterlambatan diagnosis yang dipicu rendahnya literasi kesehatan, stigma, serta keterbatasan akses layanan dan skrining. Simpulan penelitian menegaskan perlunya penguatan edukasi deteksi dini (termasuk SADARI), peningkatan akses skrining yang lebih akurat seperti mammografi, serta strategi yang menurunkan keterlambatan diagnosis untuk meningkatkan efektivitas penanganan kanker payudara di Indonesia.