Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya efisiensi penggunaan tempat tidur rawat inap sebagai indikator kinerja pelayanan rumah sakit. Permasalahan yang dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatan tempat tidur di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah, yang ditunjukkan oleh rendahnya tingkat hunian dan tidak tercapainya standar indikator efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penggunaan tempat tidur rawat inap berdasarkan indikator Barber Johnson yang meliputi Bed Occupancy Rate (BOR), Bed Turn Over (BTO), Turn Over Interval (TOI), dan Average Length of Stay (AVLOS). Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Data yang digunakan berupa sensus harian rawat inap periode Januari–Desember 2024 yang diperoleh dari unit rekam medis. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung nilai BOR, BTO, TOI, dan AVLOS, kemudian dibandingkan dengan standar ideal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai BOR sebesar 11,9%, BTO sebesar 2,13 kali per tahun, TOI sebesar 57 hari, dan AVLOS sebesar 15 hari. Seluruh indikator tersebut berada di luar rentang standar ideal, yang menunjukkan bahwa penggunaan tempat tidur rawat inap belum efisien. Simpulan penelitian ini adalah efisiensi penggunaan tempat tidur rawat inap di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan mutu pelayanan, optimalisasi manajemen rumah sakit, serta strategi peningkatan kunjungan pasien untuk mencapai efisiensi yang lebih baik.