Komang Yunitia Nirmalasari
Program Studi Profesi Ners, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP PASIEN HIPERTENSI DENGAN NYERI AKUT Komang Yunitia Nirmalasari; Gede Ivan Kresnayana; I Wayan Antariksawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.53841

Abstract

Ketika tekanan darah sistolik dan diastolik masing-masing lebih dari 140 dan 90 mmHg, pasien dikatakan menderita hipertensi. "Pembunuh senyap" menggambarkan penyakit ini dengan baik; biasanya tidak terdeteksi sampai timbul masalah, dan gejalanya paling ringan. Penderita hipertensi mungkin mengalami ketidaknyamanan di leher sebagai salah satu gejalanya. Untuk mengurangi rasa sakit tanpa menggunakan obat-obatan, terapi bekam basah dapat digunakan. Perawatan pasien hipertensi yang mengalami ketidaknyamanan akut dengan terapi bekam basah menjadi fokus penelitian ini. Dengan menggunakan Skala Peringkat Numerik dan kerangka instrumen perawatan keperawatan keluarga, penelitian deskriptif-analitis ini berfokus pada satu pasien. Setelah tiga sesi terapi bekam basah selama 30 menit, intensitas nyeri klien turun dari 5 menjadi 3, menunjukkan bahwa terapi tersebut berhasil menurunkan nyeri pada individu hipertensi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi nonfarmakologis berupa terapi bekam basah berpotensi menjadi alternatif yang efektif dalam mengatasi nyeri pada pasien hipertensi. Selain itu, metode ini tergolong mudah untuk diaplikasikan, memiliki biaya yang relatif ekonomis, dan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pendekatan komplementer dalam praktik keperawatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi intervensi keperawatan berbasis bukti, terutama dalam upaya meningkatkan kenyamanan pasien. Meskipun demikian, diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah responden yang lebih besar guna memperkuat hasil yang diperoleh serta memastikan efektivitas dan keamanan terapi secara lebih komprehensif.