Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) memerlukan penerimaan pengguna agar sistem dapat digunakan secara efektif dalam alur kerja pelayanan. Di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah, penerimaan aplikasi RME oleh Perekam Medis dan Informatika Kesehatan (PMIK) serta perawat perlu dievaluasi karena masih terdapat variasi kesiapan dan pengalaman pengguna dalam penggunaan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan aplikasi RME oleh PMIK serta perawat di unit rawat jalan dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) yang dimodifikasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh PMIK dan perawat yang terlibat langsung dalam penggunaan RME di unit rawat jalan, dengan jumlah populasi sebanyak 36 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi menjadi responden. Instrumen berupa kuesioner terstruktur skala Likert lima tingkat. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan RME secara keseluruhan berada pada kategori baik sebesar 92% (33 responden), sedangkan 8% (3 responden) berada pada kategori tidak baik. Dimensi perceived usefulness memperoleh skor 89% (baik), perceived ease of use 81% (baik), minat perilaku 83% (baik), dan penggunaan aktual 86% (baik). Simpulan penelitian menyatakan bahwa sebagian besar pengguna menerima RME dengan baik, dan faktor kemanfaatan serta kemudahan menjadi penguat utama penerimaan. Namun, masih diperlukan pelatihan lanjutan untuk mengoptimalkan kendala teknis pada sebagian pengguna agar manfaat RME dapat dimaksimalkan.